BPPT : Pembangunan ekosistem inovasi penting untuk Indonesia Emas

BPPT :  Pembangunan ekosistem inovasi penting untuk Indonesia Emas

Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza di Jakarta, Senin (24/8). (ANTARA/HO- Dok pri)

Jakarta (ANTARA) - Kepala Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) Hammam Riza mengatakan pembangunan ekosistem inovasi nasional penting untuk dilakukan dalam menuju visi Indonesia Emas 2045, yaitu Indonesia yang maju mandiri adil dan makmur.

"Indonesia yang berdaya saing, untuk menjadi negara yang besar berbasis ekonomi inovasi. Ekosistem inovasi nasional harus menjadi fondasi pembangunan nasional, karena dari situ akan tercipta banyak lompatan inovasi, yang berujung pada produk inovasi buatan Indonesia yang bisa menjadi produk global. Itulah yang akan membuat kita bangga buatan Indonesia, seperti tema peringatan 75 tahun kemerdekaan Republik Indonesia," ujar Hammam dalam peringatan HUT BPPT ke-42 di Jakarta, Senin.

Dia menambahkan pelaksanaan transformasi digital merupakan salah satu upaya strategis yang harus dilakukan. Presiden Joko Widodo dalam pidato kenegaraan menginginkan platform teknologi digital yang berkembang dan dimanfaatkan masyarakat Indonesia turut memberikan kontribusi dalam kemajuan bangsa dan negara.

Hammam menambahkan BPPT baru saja meluncurkan Strategi Nasional Kecerdasan Artifisial (KA) 2020-2045. Stranas KA yang diluncurkan pada 10 Agustus 2020 oleh Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Menristek Bambang P.S. Brodjonegoro, berisikan lima bidang prioritas utama yang meliputi layanan kesehatan, reformasi birokrasi, pendidikan dan riset, ketahanan pangan, serta mobilitas dan kota cerdas.

Baca juga: Menristek dorong penguatan ekosistem riset-inovasi dengan "startup"

Baca juga: Menristek: BRIN bukan ciptakan dikotomi, tapi perkuat ekosistem riset

"Kami juga mendukung transformasi digital menyongsong Revolusi Industri 4.0. Transformasi digital ini ditandai dengan adanya 41 aplikasi digital yang dimiliki BPPT yang digunakan untuk penguatan dukungan manajemen dan kesejahteraan pegawai, seperti aplikasi digital untuk mencatat presensi dan kinerja pegawai yang dinamakan Fabiola, atau Face Biometric Location Authentication,” ungkap Hammam.

Selain itu, BPPT akan meluncurkan sebuah terobosan aplikasi identitas digital yakni i-Otentik-3000. Ini adalah aplikasi sertifikat digital bagi seluruh pegawai BPPT. BPPT akan menjadi instansi pemerintah pertama di Indonesia yang melaksanakan hal tersebut.

Aplikasi itu berfungsi untuk memastikan keutuhan dokumen yang dikirim. Selain itu, teknologi ini bisa memastikan autentifikasi dokumen dan pengirim.

"BPPT sudah menerima mandat dari Kementerian Kominfo sebagai penyelenggara sertifikasi elektronik yang berwenang menerbitkan, melakukan validasi, dan mengelola sertifikat digital yang diperuntukkan di lingkungan instansi pemerintah," terang dia.

Baca juga: LIPI: Ekosistem inovasi harus dibangun di industri garmen

Baca juga: Dirjen: pemda kembangkan ekosistem inovasi tingkatkan produktivitas


 
Pewarta : Indriani
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020