TP PKK: Peran perempuan penting dalam sosialisasi kebiasaan baru

TP PKK: Peran perempuan penting dalam sosialisasi kebiasaan baru

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati di sela peresmian Hetero Space di UMKM Center, Banyumanik, Semarang, Jumat (31/1) malam. (ANTARA/Nur Istibsaroh)

Jakarta (ANTARA) - Para pegiat Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) menilai perempuan memiliki peran penting dalam sosialisasi adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi COVID-19.

"Perempuan merupakan pendidik dalam keluarga, dekat dengan anak. Selain itu, perempuan juga memiliki peran sosial di masyarakat," kata Sekretaris Tim Penggerak PKK Provinsi Jawa Tengah Ema Rachmawati dalam bincang-bincang Satuan Tugas Penanganan COVID-19 yang disiarkan akun Youtube BNPB Indonesia dari Graha BNPB, Jakarta, Senin.

Baca juga: TP PKK diharapkan bantu memutus mata rantai penyebaran COVID-19

Baca juga: Kaum perempuan diminta utamakan keluarga

Ema mengatakan para kader PKK kebanyakan adalah perempuan, meskipun juga ada laki-laki. Perempuan sebagai kader PKK memiliki peran utama dalam menyosialisasikan adaptasi kebiasaan baru sejak dini kepada anak di keluarga, sekaligus di masyarakat dengan menjadi pelopor dalam melakukan kebiasaan-kebiasaan baru.

Apalagi, lanjutnya, para kader PKK berada di mana-mana, di seluruh Indonesia. Sebagian dari perempuan kader PKK juga sekaligus merupakan kader pos pelayanan terpadu (posyandu), sehingga memiliki peran utama dalam menyosialisasikan kebiasaan baru.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Depok Elly Farida mengatakan sejak awal pandemi COVID-19 pihaknya sudah melakukan sosialisasi dan edukasi dengan menyasar berbagai kalangan di masyarakat, mulai dari anak-anak, orang dewasa, hingga para kader PKK.

"Kepada para kader PKK kami menyosialisasikan bagaimana memahami permasalahan COVID-19 untuk kemudian disampaikan kepada masyarakat," tuturnya.

Baca juga: Cegah penularan COVID-19, PKK Kalsel sukses kumpulkan sejuta masker

Baca juga: Ketua TP-PKK bagikan 2,5 juta masker di Indramayu


Selain terjun langsung ke masyarakat, Tim Penggerak PKK dan para kader PKK juga menggunakan media sosial dan grup perpesanan instan untuk menyampaikan hal-hal yang perlu dilakukan kepada masyarakat.

Tim Penggerak PKK Kota Depok juga menggandeng usaha mikro, kecil, dan menengah untuk membuat masker. Bahan untuk membuat masker menggunakan kain-kain perca yang dikumpulkan secara swadaya oleh para kader PKK.

"Koordinasi berjenjang dari tingkat kota sampai ke bawah dilakukan secara daring. Tim Penggerak PKK dan kader terjun ke titik-titik yang sudah ditentukan oleh pemerintah," tuturnya.
Pewarta : Dewanto Samodro
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020