Politisi: Jalur sepeda di tol tidak dibutuhkan masyarakat saat pandemi

Politisi: Jalur sepeda di tol tidak dibutuhkan masyarakat saat pandemi

Warga berolahraga menggunakan sepeda di kawasan Sultan Iskandar Muda, Jakarta, Ahad (26/7/2020). Pemprov DKI Jakarta menyiapkan 30 kawasan khusus pesepeda di lima kota administrasi Jakarta serta perluasan jalur sepeda sementara yang disiapkan sepanjang Jalan Medan Merdeka Barat hingga Jalan Sudirman dengan menggunakan 2-3 lajur di sebelah kiri sebagai dampak dari peniadaan hari bebas kendaraan bermotor (HBKB) di Jalan Sudirman-Thamrin. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/foc.

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak menilai jalur sepeda di jalan tol tidak dibutuhkan oleh masyarakat saat pandemi Corona Virus Desease 2019 (COVID-19).

Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menyatakan yang dibutuhkan oleh masyarakat Jakarta saat ini adalah kebijakan di sektor ekonomi untuk menanggulangi dampak COVID-19.

"Ini hanya untuk hiburan, masyarakat bawah tidak butuh ini. Masyarakat bawah butuh keseriusan penanganan COVID-19, khususnya UMKM," kata Gilbert di Jakarta, Rabu.

Baca juga: Jalur sepeda di tol diperuntukan bagi sepeda spesifikasi khusus
Baca juga: Jalur sepeda Jakarta ditambah seiring peningkatan penggunanya


Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta menilai jalur sepeda yang dimohonkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan kepada Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono ini hanya pengalihan isu dari penanganan pandemi COVID-19.

"Sepertinya ini hanya pengalihan isu, karena kegagalan penanganan COVID-19. yang dibutuhkan adalah kebijakan di sektor ekonomi dan keseriusan penanganan COVID-19," tutur Gilbert.
Baca juga: Jika ada jalur sepeda di tol, kendaraan besar harus gunakan arteri
Baca juga: Anies surati Menteri PUPR terkait jalur sepeda di tol
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020