Edhy Prabowo : KKP serius kembangkan sektor kelautan Ambon

Edhy Prabowo : KKP serius kembangkan sektor kelautan Ambon

Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melihat ikan cakalang hasil tangkapan nelayan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ambon di kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau, Senin (31/8/2020). ANTARA/Jimmy Ayal/am.

Ambon (ANTARA) - Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo menegaskan kementeriannya menunjukkan keseriusan membangun sektor kelautan dan perikanan di Provinsi Maluku yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan.

"Saya ke sini (Ambon) bukan basa-basi. Nanti pemerintah dan masyarakat akan rasakan perkembangan setelah kunjungan saya ke sini," kata Menteri Edhy Prabowo di Ambon, Selasa.

Pernyataan Edhy Prabowo tersebut untuk menepis anggapan bahwa Kementerian Kelautan dan Perikanan lambat dalam mewujudkan komitmen pemerintah menjadikan Maluku sebagai Lumbung Ikan Nasional (LIN) yang telah dijanjikan sejak tahun 2010 di masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Dia menilai wajar jika banyak pihak tidak percaya dengan berbagai upaya yang dilakukan untuk mewujudkan Lumbung Ikan di Maluku, karena merasa dibohongi hampir 10 tahun dengan janji-janji.

Menurutnya, waktu yang akan menentukan dan membuktikan kinerjanya sebagai menteri untuk mewujudkan janji pemerintah pusat menjadikan Maluku sebagai LIN.

"Pada akhirnya waktu yang akan membuktikan. Saya tidak hanya mengulangi janji yang ada. Saya tidak mau itu. kalian akan lihat hasilnya nanti," ujar Edhy Prabowo saat berulang kali ditanya wartawan terkait percepatan LIN untuk Maluku.
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo berdialog dengan kelompok nelayan dan pengusaha perikanan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ambon di kawasan Tantui, Kecamatan Sirimau, Senin (31/8/2020). ANTARA/Jimmy Ayal/am.

Dia menegaskan, akan menindaklanjuti arahan dan perintah Presiden Joko Widodo untuk membangun dan memajukan sektor kelautan dan perikanan di Maluku.

"Potensi laut Kepulauan Maluku sangat luar biasa. Ada tiga wilayah Penangkapan Perikanan (WPP) di sini, potensinya hampir empat juta ton per tahun. kalau satu juta atau dua juta ton saja bisa kita dimanfaatkan untuk masyarakat Maluku, maka hasilnya akan sangat luar biasa. itu baru dari perikanan tangkap," katanya.

Sedangkan dari perikanan budidaya, menurutnya perlu digerakkan dan ditingkatkan karena potensi wilayah pesisir belum diolah dengan optimal, di mana ke depan komitmennya dan alokasi anggaran akan diperbesar ke Maluku.

Saat ini pihaknya telah mengajukan anggaran tambahan, di mana untuk penguatan di Maluku sudah dialokasikan Rp1,5 triliun dan akan terus ditingkatkan.

Menteri Edhy juga memastikan akan membangun sektor perikanan budidaya di Maluku, guna mengantisipasi kondisi iklim dan cuaca di mana pada musim timur ombak cenderung besar, sehingga nelayan tangkap tidak bisa melaut sepanjang tahun.

"Jadi ini yang akan saya lakukan untuk Maluku, saya butuh waktu karena tidak bisa seketika. Tetapi yang jelas dari semua kegiatan yang ada di Maluku dan dimulai dari Ambon saya sangat yakin ini akan berhasil," tegasnya.

Sedangkan menyangkut peraturan baik perpres atau permen, tandasnya, tidak terlalu sulit dan hanya tinggal diproses, tetapi terpenting adalah apa yang digerakkan untuk membangun sektor kelautan dan perikanan di Maluku.

"Sekali lagi saya Menteri Kelautan dan Perikanan, bukan menteri Kelautan dan Per-iklan-an. Jadi saya mau menyampaikan bukti bukan janji kosong atau iklan semata. Saya akan mengurus provinsi yang lautnya luas terlebih dahulu," tegasnya.

Baca juga: KKP siapkan SDM andal wujudkan lumbung ikan nasional
Baca juga: Edhy Prabowo ingin tuntaskan utang pemerintah pusat untuk Maluku


 
Pewarta : Jimmy Ayal
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020