Jakarta (ANTARA News) - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) siap memproduksi aspal asal Pulau Buton untuk menggantikan aspal yang selama ini diimpor dari luar negeri karena kebutuhan dalam negeri belum bisa dipenuhi oleh Pertamina.

"Sementara ini masih dalam bentuk mini plant dengan produksi 20 ton per tahun," kata General Manager Keuangan WIKA, Entus Asnawi, dalam diskusi dengan wartawan di Jakarta, Senin.

Menurut Entus, mini plant ini berlokasi di kawasan industri WIKA Cileungsi Jawa Barat apabila dimaksimalkan kapasitasnya mampu mencapai 1000 ton per tahun.

Pembangunan mini plant merupakan proyek contoh dari pembangunan pabrik di Pulau Buton yang memiliki kapasitas 50.000 ton per tahun untuk satu line yang akan direalisasikan pada tahun 2010, jelasnya.

"Kami merencanakan pabrik ini memiliki dua line sehingga kapasitas total mencapai 100.000 ton per tahun," ujarnya.

Sedangkan Direktur Utama Wika Bintang Perbowo mengatakan, WIKA melihat pasar aspal di Indonesia sangat menjanjikan yang sebagian masih dipasok dari impor.

Bintang mengatakan, harga aspal minyak impor mengikuti harga BBM internasional sehingga sulit untuk dipegang bagi kalangan pelaksana pembangunan jalan, bahkan dalam beberapa kasus produk itu sempat hilang dipasaran.

Dia mengatakan, kebutuhan aspal dalam negeri setiap tahunnya mencapai 1,5 juta ton, sebanyak 600.000 ton kebutuhan dipasok Pertamnina, sedangkan sisanya 900.000 ton harus didatangkan dari luar negeri.

Menurut Bintang, kebutuhan aspal diperkirakan akan mengalami kenaikan pada tahun 2010 mengingat pemerintah akan sangat komitmen dalam mempertahankan status mantap terhadap jalan nasional melalui program pemeliharaan (preservasi).

Bintang mengatakan, selama ini sumber aspal di Pulau Buton sangat berlimpah, hanya saja belum ada yang memanfaatkan secara masal, sehingga peluang ini yang akan ditangkap WIKA.
(*)

Pewarta:
Editor: Suryanto
Copyright © ANTARA 2010