Polda Metro Jaya gelar rekonstruksi kasus pesta asusila homo

Polda Metro Jaya gelar rekonstruksi kasus pesta asusila homo

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus berbincang dengan salah satu tersangka pesta asusila homo di Jakarta Selatan, Rabu (2/9/2020) di Polda Metro Jaya. ANTARA/Fianda

Jakarta (ANTARA) - Penyidik Subdit Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kamis siang, dijadwalkan menggelar rekonstruksi kasus pesta asusila sesama jenis (homo) di sebuah apartemen, Kuningan, Jakarta Selatan.

"Siang ini sekitar jam 13.00 WIB kita laksanakan rekonstruksi kasus pesta asusila homo," kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Yusri Yunus saat dihubungi, di Jakarta.

Yusri menjelaskan rekonstruksi akan digelar di Mako Polda Metro Jaya dengan menghadirkan sembilan orang yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

"Lokasi rekonstruksinya di Polda Metro Jaya" kata Yusri.

Baca juga: Satu tersangka pesta seks homo di Jakarta Selatan positif HIV

Rekonstruksi tersebut bertujuan untuk menyesuaikan keterangan para tersangka dan saksi yang telah dituangkan ke dalam berita acara pemeriksaan dan fakta di lapangan.

Penyidik Polda Metro Jaya telah menetapkan sembilan orang sebagai tersangka usai menggerebek sebuah pesta asusila homo di sebuah apartemen di Kuningan, Jakarta Selatan pada 29 Agustus 2020.

Inisial sembilan tersangka tersebut adalah TRF, BA, NA, KG, SW, NM, A, WH. Sembilan orang yang ditetapkan sebagai tersangka karena perannya sebagai penyelenggara pesta asusila tersebut. Sedangkan 47 orang peserta pesta tersebut tidak ditahan dan hanya ditetapkan sebagai saksi.

Atas perbuatannya, kesembilan tersangka dikenakan Pasal 296 KUHP dan atau Pasal 33 Jo Pasal 7 Undang-Undang 44 Tahun 2008 tentang Pornografi dengan ancaman kurungan minimal satu tahun penjara dan maksimal 10 tahun penjara.

Baca juga: Pesta seks homo di Jaksel terinspirasi kegiatan serupa di Thailand
Baca juga: Pesta seks homo Kuningan Jaksel tiketnya Rp150 ribu per orang


Adapun barang bukti yang disita polisi dari penggerebekan tersebut antara lain delapan kotak alat kontrasepsi, satu kotak 'tissue magic', satu buku registrasi, tiga botol pelumas, delapan botol obat perangsang dan bukti transfer pembelian tiket masuk pesta.
Pewarta : Fianda Sjofjan Rassat
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020