DPTPH Kaltim beri pelatihan gapoktan budi daya padi organik

DPTPH Kaltim beri pelatihan gapoktan budi daya padi organik

Pelatihan budi daya padi organik dilaksanakan di Hotel Midtown Samarinda, Kamis (3/9/2020) menghadirkan narasumber Kepala BPTP Kaltim Dr M Amin dan Kepala UPTD Pengendalian Hama Tanaman Pangan dan Hortikultura (PHTPH) Ir Diah MMT. (ANTARA/Arumanto)

Samarinda (ANTARA) - Dinas Pangan Tanaman Pangan dan Hortikultura (DPTPH) Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) memberikan pelatihan kepada gabungan kelompok tani (gapoktan) tentang budi daya padi organik.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pangan TPH Kaltim Dadang Sudarya mengatakan bimbingan teknis kepada petani tersebut sebagai upaya mendukung penyediaan beras yang berkualitas, sehat, dan aman konsumsi.

"Back to Organic. Beras lokal yang terdaftar harus dikuatkan. Budi daya padi mengatur jarak tanam (jarwo) dan memasyarakatkan refugia sebagai pagar dari OPT atau organisme pengganggu tumbuhan," kata Dadang Sudarya, di Samarinda, Kamis.

Pelatihan budi daya padi organik itu dilaksanakan di Hotel Midtown Samarinda, Kamis (3/9), menghadirkan narasumber Kepala BPTP Kaltim Dr M Amin dan Kepala UPTD Pengendalian Hama Tanaman Pangan dan Hortikultura (PHTPH) Ir Diah MMT.
Baca juga: Padi sehat lahan rawa hasilkan produktivitas 8 ton
 

Dadang mengatakan pihaknya juga memberikan bantuan kemasan padi organik kepada Gapoktan Binaan PPAH Purwosari Kelurahan Makroman, Kecamatan Sambutan, Samarinda dan Gapoktan Wahana Tani Desa Sebakung Makmur, Kecamatan Long Kali, Kabupaten Paser.

"Bimtek tidak ada kegiatan lapangnya. Karena kegiatan lapang telah dilakukan UPTD PHTPH terkait pengendalian hama secara alami dengan menggunakan refugia sebagai pagar dari OPT," ujar Dadang.

Dia menambahkan, usai mengikuti pelatihan para peserta bisa getok tular ilmu dan wawasan serta keterampilan mereka kepada anggota dan petani lainnya di masing-masing daerah.

"Komoditas pangan organik sangat baik untuk dikonsumsi. Selain aman, juga sehat. Kita berharap produk pertanian dan tanaman pangan organik semakin diminati masyarakat," kata Dadang pula.

Pelatihan satu hari ini diikuti 40 peserta yaitu pejabat Dinas Pertanian Kabupaten/Kota se-Kaltim, Koordinator BPP Kota Samarinda, Kutai Timur, Penajam Paser Utara dan Paser serta ketua gapoktan dari Samarinda dan Paser.
Baca juga: Tiga kecamatan di Sanggau akan jadi sentra padi organik perbatasan

Pewarta : Arumanto
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2020