Gubernur NTT : Jangan jual tanah ke orang luar

Gubernur NTT : Jangan jual tanah ke orang luar

Gubernur Nusa Tenggara Timur, Viktor Bungtilu Laiskodat, saat melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Manggarai Barat, Pulau Flores pada Jumat (4/9/2020). (ANTARA/HO-Humas Setda Provinsi NTT)

Kupang (ANTARA) - Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT)  Viktor Bungtilu Laiskodat mengimbau warga di Kabupaten Manggara Barat, Pulau Flores, yang merupakan daerah destinasi wisata super prioritas agar tidak menjual tanah mereka ke orang luar.

“Tanah ini adalah aset berharga milik kita. Oleh karena itu saya minta jangan pernah dijual," kata Gubernur NTT Viktor B Laiskodat dalam keterangan yang diterima di Kupang, Sabtu.

Imbauan ini disampaikan secara langsung kepada warga saat melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Manggarai Barat, Jumat (5/9).

Gubenur Viktor meminta warga setempat melihat tanah sebagai aset berharga yang bisa menjadi peluang bisnis yang bagus, seperti untuk usaha rest area bagi para pengunjung sehingga pengunjung bisa menikmati keindahan alam di Manggarai Barat dengan nyaman.

"Jadi jangan dijual, cukup disewakan saja kepada orang yang ingin usaha di tanah ibu dan bapak sekalian, serta biarkan generasi-generasi setelah kita tetap menjadi pewaris atas tanah di daerah ini," katanya.

Gubernur Viktor juga berharap warga Manggarai Barat memiliki jiwa kewirausahaan mengingat daerah itu  merupakan salah satu wilayah pariwisata super prioritas yang memiliki destinasi unggulan Taman Nasional Komodo.

Lebih lanjut ia mengatakan Manggarai Barat juga memiliki sumber daya alam yang sangat besar dan perlu dioptimalkan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Kita punya perkebunan yang luar biasa, baik itu kakao dan kopi yang merupakan kopi terbaik di dunia, namun kita tidak boleh hanya jual bahan baku saja, tapi kita juga harus mampu harus sediakan industrinya,” jelas Gubernur Viktor.

Untuk itu ia mengajak masyarakat serius membangun Manggarai Barat yang memiliki potensi besar untuk bisa mengejar ketertinggalan dari daerah lain.

"Kita bekerja tidak hanya dengan tahu tapi juga paham, dan mesti dimulai dari pemerintah daerah maupun masyarakatnya, jika tidak ingin mengalami ketertinggalan dari daerah-daerah lain," kata Gubernur Viktor.
Pewarta : Aloysius Lewokeda
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020