Anak mantan Wali Kota Blitar Samanhudi ikut daftar pilkada

Anak mantan Wali Kota Blitar Samanhudi ikut daftar pilkada

Pasangan calon Wali Kota Blitar Henry Pradipta Anwar (kiri, batik merah) dan calon Wakil Wali Kota Blitar Yasin Hermanto setelah mendaftar di KPU Kota Blitar, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2020). Hingga kini, sudah dua pasangan calon yang daftar di Pilkada Serentak 2020. ANTARA Jatim/ Ach

Blitar (ANTARA) - Anak dari mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar, yakni Henry Pradipta Anwar berpasangan dengan Yasin Hermanto resmi ikut dalam Pilkada Kota Blitar dengan mendaftarkan diri di KPU Kota Blitar, Jawa Timur.

Henry mengemukakan sebelum dirinya mendaftar ke KPU Kota Blitar, sudah terlebih dahulu ziarah ke makam para leluhur termasuk ke makam mantan Presiden Soekarno di Kelurahan Bendogerit, Kecamatan Sanan Wetan, Kota Blitar.

"Dua hari lalu nyekar ke makam Bung Karno dan keluarga. Tadi sebelum berangkat juga deklarasi didoakan KH Marzuki Mustamar (Ketua PWNU Jawa Timur). Deklarasi di monumen peta," katanya di Blitar, Sabtu.

Ia mengatakan, monumen peta sengaja dipilih karena simbol nasionalis. Mendapatkan doa dari KH Marzuki Mustamar juga bagian dari religius, sehingga sesuai yakni nasionalis-religius.

Pihaknya juga tidak ingin berbicara tentang persentase target kemenangan, namun lebih banyak turun ke masyarakat langsung. Ia tetap optimistis ke depannya bisa meraih simpati dari rakyat untuk menang Pilkada 2020.

Putra sulung mantan Wali Kota Blitar Samanhudi Anwar tersebut juga menegaskan program yang baik dari ayahandan-nya akan tetap diteruskan seperti kesehatan gratis, beras bantuan termasuk menjadikan Blitar lebih transparan.

"Jadi yang bagus di era Pak Samanhudi seperti kesehatan gratis, rastrada (beras sejahtera daerah). Blitar pemerintahan transparan, semua serba digital. Termasuk perizinan daring semua," kata dia.

Ia juga menilai, selama dua tahun pemerintahan Kota Blitar di bawah pimpinan Santoso belum ada pembangunan yang sangat menonjol. Bahkan, yang banyak justru pusat perbelanjaan modern. Untuk itu, dinilainya indeks kepuasan masyarakat turun.

Sementara itu, Ketua KPU Kota Blitar Choirul Umam mengungkapkan dalam pendaftaran pasangan calon Wali Kota Blitar Henry Pradipta Anwar dan calon Wakil Wali Kota Blitar Yasin Hermanto tidak ada kendala berarti.

"Alhamdulillah berjalan lancar sama seperti kemarin. Jadi, tidak ada kendala yang kira-kira memusingkan kami. Semua dokumen yang kami periksa dan pencalonan, syarat calon kami periksa. Hasil dokumen pencalonan tidak ada persoalan jadi bisa diteruskan," tutur Choirul.

Saat pendaftaran, pasangan itu juga didampingi seluruh pendukungnya serta partai pengusung yakni PKB, Partai Golkar dan PKS. Selai itu juga ada partai pendukung nonparlemen yakni PAN, NasDem, Partai Berkarya dan PKPI (Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia).

Mereka sebelumnya deklarasi dan langsung ke kantor KPU Kota Blitar. Yang diizinkan masuk hanya struktur pimpinan partai sebagai partai pengusung, pasangan calon. Saat masuk, protokol kesehatan juga diberlakukan ketat mengingat saat ini masih masa pandemi COVID-19.

Saat acara tersebut berlangsung, salah satu tim dari pasangan calon tersebut sempat pingsan, sehingga langsung dibawa oleh tim medis untuk perawatan lebih lanjut. Namun, hal itu tidak memengaruhi proses pendaftaran dan lancar hingga acara selesai.

Dengan pendaftaran pasangan calon Wali Kota Blitar Henry Pradipta Anwar dan calon Wakil Wali Kota Blitar Yasin Hermanto itu, kini sudah ada dua pasangan calon yang resmi mendaftar. Sebelumnya, pasangan calon Wali Kota Santoso dan calon Wakil Wali Kota Blitar Tjutjuk Sunario juga sudah mendaftar ke KPU Kota Blitar.

Santoso sebelumnya mendampingi Samanhudi Anwar sebagai Wakil Wali Kota Blitar. Namun, Samanhudi terkena kasus gratifikasi. Setelah ditahan oleh KPK, Santoso akhirnya dilantik menjadi Wali Kota Blitar.
Pewarta : Asmaul Chusna
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020