Agar pemasukan bertambah, Anggota DPR dorong optimalisasi aset negara

Agar pemasukan bertambah, Anggota DPR dorong optimalisasi aset negara

Petugas Pelindo I cabang Lhokseumawe menggunakan APD masker, sarung tangan dan pelindung wajah mengencangkan tali sandaran kapal saat akan melakukan bongkar muat peti kemas di Pelabuhan Umum Krueng Geukuh, Aceh Utara, di Lhokseumawe Sabtu (11/7/2020). ANTARA FOTO/Rahmad/hp.

Jakarta (ANTARA) - Anggota DPR Andreas Hugo Pareira mendorong pemerintah mengidentifikasi berbagai sumber potensial, yang bisa menambah pemasukan negara di antaranya melalui optimalisasi aset negara.

Menurut dia, untuk menambah aBaca juga: Hingga Juli, arus peti kemas di Priok masih terdampak pandeminggaran agar pembiayaan negara di tengah pandemi ini bisa lebih optimal, pemerintah perlu melakukan terobosan, mencari berbagai peluang, tidak hanya mengedepankan sumber pembiayaan konvensional.

"Perlu ada terobosan sumber pembiayaan, melihat peluang, di samping pembiayaan pendapatan konvensional," katanya dalam informasi tertulis di Jakarta, Senin.

Baca juga: Anggota DPR dukung penanganan COVID dan pemulihan UMKM terintegrasi

Ia mengandaikan, kalau dalam masa perang, maka pertama yang dipersiapkan negara adalah senjata, kemudian faktor mendukung lain seperti logistik termasuk makanan prajurit.

"Intinya, perlu untuk melihat berbagai peluang, yang dapat mendorong pemasukan negara," kata Andreas dari Fraksi PDIP.

Sebelumnya, Staf Khusus Menteri Keuangan Bidang Kebijakan Fiskal dan Makro Ekonomi Masyita Crystallin menyebutkan di tengah pandemi, pemerintah menghadapi tantangan berat dalam memperbesar pemasukan negara mengingat sektor swasta juga ikut terdampak, yakni aktivitas bisnis menjadi lebih sepi dan permintaan masyarakat turun.

Adapun terhadap optimalisasi aset, menurut dia, berbagai sumber calon sumber pembiayaan yang potensial, terus diidentifikasi pemerintah, termasuk dalam hal optimalisasi aset negara.

"Kalau me-manage di situasi darurat, (optimalisasi aset negara) memang itu salah satu pilihan juga. Dalam melihat anggaran pemerintah, tiga tahun ke depan, masih ada potensi minus ke tiga persen. Agar pembiayaan managable, lebih panjang, tentu langkah extraordinary bisa dilakukan, dan semua diletakkan di meja, semua bisa dipilih. Opsi pertama apa, kapan, dan juga timing. Namun, aset juga harganya sedang jatuh, mencari pembeli juga tidak semudah itu juga, harga juga belum terlalu baik," ucapnya.

Ia menambahkan dari sisi pengelolaan anggaran, pemerintah menerapkan berbagai langkah dengan prinsip melakukan langkah terbaik dan menyiapkan penanganan hingga skenario terburuk.

Diharapkan, lanjutnya, perekonomian tidak semakin terkontraksi dan permintaan kembali meningkat. Juga melakukan evaluasi secara real time untuk setiap kebijakan dan membuka ruang perbaikan.

"Good governance tetap dijaga, pemerintah bekerja di dua sisi, berusaha secepat mungkin, dari sisi pencairan anggaran dipermudah, cepat, dengan tetap mengedepankan sisi governance," ucapnya.

Baca juga: Pemerintah perlu tingkatkan pengelolaan manajemen aset negara
Baca juga: Pemerintah akan lacak aset hasil tindak pidana yang disimpan di Swiss
Pewarta : Afut Syafril Nursyirwan
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020