Dua bocah tewas tenggelam di Jakarta Selatan murni kecelakaan

Dua bocah tewas tenggelam di Jakarta Selatan murni kecelakaan

Ilustrasi tenggelam. (Antara)

Jakarta (ANTARA) - Kepolisian Sektor Jagakarsa, Polres Metro Jakarta Selatan menyatakan kejadian dua bocah tewas tenggelam di kolam renang di Jagarkarsa, sebagai peristiwa kecelakaan, tidak ada unsur kesengajaan yang menyebabkan tindak pidana.

"Iya ini kecelakaan," kata Kapolsek Jagakarsa Kompol Eko Mulyadi, Senin malam.

Dari hasil pemeriksaan kedua bocah yang tewas tenggelam diketahui bernama ALC usia 10 tahun dan BK usia 9 tahun.

Kedua anak perempuan tersebut ditemukan tewas mengambang di kolam renang di sebuah rumah mewah yang sedang direnovasi di Jalan M Kahfi Gang Haji Murni, Jagakarsa, Jakarta Selatan Senin siang sekitar pukul 12.00 WIB.

Kronologis kejadian, ALC ikut bapaknya yang bekerja sebagai buruh bangunan yang sedang bekerja merenovasi rumah tempat kejadian.

Baca juga: Lagi, bocah dilaporkan hanyut di Kali Banjir Kanal Barat

ALC ikut bersama BK yang saat itu sedang mengikuti kegiatan belajar di rumah temannya.

Di rumah yang sedang direnovasi oleh bapak ALC terdapat kolam renang sedalam dua meter, tapi kedua anak tersebut berenang di kolam yang ketinggian airnya 60 cm.

"Pukul 11.00 WIB anaknya izin untuk berenang, ditemani oleh bapaknya, mereka berenang sama-sama," kata Eko.

Setelah satu jam, sekitar pukul 12.00 WIB, bapak ALC meminta anaknya dan temannya untuk selesai berenang dan pergi makan siang bersama.

Menurut Eko, setelah makan siang, bapak ALC sempat mengingatkan anaknya untuk tidak kembali ke kolam lagi.

Baca juga: Dua bocah laki-laki ditemukan tewas di Kali Minangkabau Jaksel

"Kemudian bapaknya turun ke lantai dasar untuk merokok. Selang setengah jam tidak mendengar suara anak-anak," kata Eko.

Karena tidak terdengar suaranya, bapak korban lalu mencari anaknya dan temannya ke lantai atas rumah, namun tidak ketemu.

Saat mengecek ke kolam, bapak korban melihat anaknya dan teman bermain berada di dasar kolam sedalam dua meter.

"Bapaknya melihat anaknya di dalam kolam yang dua meter dalam posisi terlentang di dasar kolam (meninggal dunia)," ujar Eko.

Eko mengatakan, saat kejadian di lokasi hanya ada bapak korban dan seorang penunggu rumah berinisial D. Sedangkan pemilik rumah tidak tinggal di rumah tersebut.

"Saksi D saat kejadian sedang keluar rumah membeli buah, jadi saat kejadian di kolam renang hanya ada korban berdua," kata Eko.

Eko menambahkan, saat ini kedua korban masih berada di Rumah Sakit Fatmawati, untuk selanjutnya diserahkan kepada pihak keluarga guna dimakamkan.

Baca juga: Polisi selidiki dua anak perempuan tewas tenggelam di Jagakarsa

 
Pewarta : Laily Rahmawaty
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020