Kemarin, kenaikan indeks keyakinan konsumen hingga audit semesta BPK

Kemarin, kenaikan indeks keyakinan konsumen hingga audit semesta BPK

Presiden Joko Widodo (kiri) dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin pada acara Kick Off Meeting Pemeriksaan Atas Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara dalam Penanganan Pandemi Covid-19 Tahun 2020 yang dilakukan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang digelar di Istana Negara, pada Selasa, (8/9/2020). ANTARA/Humas Kemensetneg/pri.

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah informasi penting menghiasi berita ekonomi pada Selasa (8/9/2020) kemarin, mulai dari kenaikan indeks keyakinan konsumen (IKK) hingga audit semesta yang dilakukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Berikut rangkuman berita selengkapnya yang masih menarik untuk dibaca:

1. Masih di zona pesimistis, BI: Keyakinan konsumen Agustus 2020 membaik
Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) pada Agustus 2020 mengindikasikan keyakinan konsumen terhadap kondisi ekonomi terus membaik, meskipun masih berada pada zona pesimistis atau lebih kecil dari 100.

"Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Agustus 2020 sebesar 86,9, yang lebih tinggi daripada IKK Juli 2020 sebesar 86,2," kata Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Onny Widjanarko dalam info terbarunya di Jakarta, Selasa.

Baca selengkapnya di sini

2. Kemenkeu: 15 juta usaha mikro akan terima bantuan tunai Rp2,4 juta
Staf Ahli Bidang Pengeluaran Negara Kementerian Keuangan Kunta Wibawa Dasa Nugraha menyebutkan bahwa sebanyak 15 juta usaha mikro akan menerima bantuan produktif UMKM berupa uang tunai sebesar Rp2,4 juta.

“Tahap awal 9,1 juta UMKM, kemudian naik menjadi 12 juta, dan terakhir menjadi 15 juta pelaku UMKM yang akan menerima bantuan produktif ini,” kata Kunta pada seminar web bertajuk ‘Prospek Pemulihan Ekonomi Sektor Industri Kecil Menengah’, Selasa.

Baca selengkapnya di sini

3. Pemerintah targetkan kemudahan berusaha RI naik ke peringkat 60
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah menargetkan posisi Indonesia bisa naik ke peringkat 60 tahun ini dalam laporan tahunan kemudahan berusaha (Ease of Doing Business/EoDB) yang dikeluarkan Bank Dunia.

"Oktober besok, Bank Dunia akan mengumumkan peringkat EoDB 2021, insya Allah tahun ini kita perkirakan di urutan sekitar 60," katanya dalam konferensi pers daring di Jakarta, Selasa.

Baca selengkapnya di sini

4. Ini cara menikmati stimulus keringanan biaya listrik
Pemerintah memutuskan untuk memperpanjang waktu pemberian bantuan keringanan biaya listrik kepada pelanggan PLN dengan daya 450 VA dan 900VA bersubsidi, Sosial dan Bisnis Kecil 450 VA, dan PLN telah memberikan berbagai cara aksesnya.

Pemberian stimulus ini merupakan upaya pemerintah untuk meringankan beban masyarakat tidak mampu dan rentan dalam menghadapi masa pendemi COVID-19.

“Stimulus September sudah bisa dinikmati, karena program ini sifatnya perpanjangan, PLN optimistis tidak akan mengalami kendala, baik dari sisi waktu penyiapan maupun teknis pelaksanaan,” kata Executive Vice President Corporate Communication and CSR PLN, Agung Murdifi dalam laman resmi seperti dikutip Antara di Jakarta, Selasa

Baca selengkapnya di sini

5. BPK lakukan "semesta audit" keuangan negara dalam penanganan COVID-19
Badan Pemeriksan Keuangan (BPK) melakukan "Semesta Pemeriksaan" (audit universe) untuk memeriksa pengelolaan keuangan negara yang digunakan untuk penanganan COVID-19 pada 2020.

"Skala masalah tata kelola yang dilakukan pemeriksaan ini nantinya begitu luas sehingga diistilahkan 'Semesta Pemeriksaan' atau 'audit universe' dimana pemeriksaan dilakukan terlebih dahulu melakukan identifikasi dan penilaian risiko secara mendalam sehingga kami menyebut pemeriksaan ini sebagai 'risk based comprehensive audit'," kata Ketua BPK Agung Firman Sampurna di Istana Negara Jakarta, Selasa.

Baca selengkapnya di sini
Pewarta : Citro Atmoko
Editor: Kelik Dewanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020