Bupati PPU luncurkan desa sentra batik

Bupati PPU luncurkan desa sentra batik

Bupati Penajam Paser Utara Abdul Gafur Mas'ud (AGM) saat peluncuran Desa Sentra Batik di Desa Bangun Mulya, Kamis (10/9/2020). ANTARA/M Ghofar

Penajam (ANTARA) - Bupati Penajam Paser Utara (PPU) Abdul Gafur Mas'ud meluncurkan Desa Sentra Batik yang merupakan satu-satunya pembuatan batik menggunakan mesin canting di Provinsi Kalimantan Timur, sehingga ia optimistis batik lokal ini akan mampu merambah hingga pasar nasional.

"Saya perhatikan model dan motif batik ini sudah bagus, maka saya kasih nilai 10 untuk Desa Bangun Mulya. Apalagi anak-anak mudanya yang mengenakan batik PPU dalam fashion tadi juga sangat keren," ujar Abdul Gafur Mas'ud (AGM) saat peluncuran Desa Sentra Batik di Desa Bangun Mulya, Kecamatan Waru, Kamis.

Saat ini, katanya, di Provinsi Kaltim baru ada satu produksi batik yang proses pembuatan batik tulisnya menggunakan peralatan modern, yakni di Desa Bangun Mulya, Kabupaten PPU, sehingga diyakini sentra batik yang baru diluncurkan ini akan terus berkembang.

Berkat alat modern ini, maka pembuatan batik yang seharusnya diselesaikan dalam waktu cukup lama sekitar satu bulan, maka kini bisa dilakukan hanya dalam waktu dua jam.

Baca juga: Kota Singkawang miliki kampung wisata membatik

Ia juga kagum karena di desa ini sudah mampu mencetak batik prada seperti yang ia pakai, karena harga baju dengan batik prada itu cukup mahal hingga di atas Rp1 juta per lembar, sehingga ke depan diharapkan batik khas PPU ini bisa menjadi kebanggaan untuk oleh-oleh bagi warga yang berkunjung ke PPU.

"Adanya mesin untuk mendukung produksi batik, berarti saat ini PPU sudah melangkah ke tahap modern yang salah satu buktinya adalah memproduksi batik sendiri dengan mesin canting atau mesin kelowong batik,” katanya.

Ia terus mendorong kaum muda bukan hanya memiliki wadah untuk berkarya dalam memproduksi batik, namun juga memiliki warung daring  yang menjual produk melalui medsos, melalui lapak daring, terlebih jika mampu membangun laman sendiri sebagai wadah untuk memasarkan.

"Saya yakin ke depan PPU akan terus maju, modern, bahkan juga religius seperti yang kita inginkan. Apalagi saat ini di PPU sudah memiliki 3 desa dengan status mandiri, 9 desa maju, dan 18 desa berkembang. Sementara kabupaten lain di Kaltim belum ada desa dengan status mandiri," kata AGM. 

Baca juga: Wali kota Banjarmasin mencoblos gunakan busana sasirangan
Baca juga: Pisang bangkaran jadi motif batik Barito Utara
Pewarta : M.Ghofar
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020