Ormas Badak Banten desak pemerintah relokasi warga korban bencana

Ormas Badak Banten desak pemerintah relokasi warga korban bencana

Warga korban bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi awal 2020 hidup di pengungsian di Blok Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong, Kabupaten Lebak dengan kondisi barak yang memprihatinkan. ANTARA/Masyur S

Lebak (ANTARA) - Organisasi masyarakat (Ormas) Badak Banten mendesak pemerintah Provinsi Banten dan Kabupaten Lebak segera merealisasikan relokasi warga korban bencana banjir bandang dan longsor yang terjadi awal 2020.

"Kami berharap pemerintah dapat memperhatikan nasib ratusan jiwa warga korban bencana alam itu, karena selama delapan bulan lamanya mereka belum direlokasi ke tempat yang lebih aman dan layak huni," kata Ketua Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Badak Banten Eli Sahroni di Lebak, Jumat.

Masyarakat yang tinggal di pengungsian di Blok Cigobang, Kecamatan Lebak Gedong memprihatinkan dengan menempati gubuk-gubuk yang dibangun seadanya dengan plastik terpal dan hamparan bambu.

Kondisi mereka tinggal di gubuk-gubuk itu tidak layak huni, terlebih warga yang memiliki anak bawah lima tahun kerapkali sakit.

Baca juga: Warga pengungsi dambakan hunian tetap

Apabila musim kemarau dipastikan ruangan tidur kepanasan terik matahari dan jika hujan kebocoran, sehingga mereka tinggal di pengungsian tersebut tidak nyaman.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak Gubernur Banten Wahidin Halim dan Bupati Iti Octavia Jayabaya dapat merelokasi mereka ke tempat yang aman dengan membangun rumah sebagai hunian tetap (huntap).

Sebab, mereka warga yang terdampak bencana alam tersebut sudah tidak memiliki tempat kediaman akibat diterjang banjir bandang dan longsor itu.

"Kami akan memperjuangkan warga korban bencana alam itu agar kembali memiliki tempat tinggal yang layak dan sehat dengan menyurati Bapak Presiden Joko Widodo dan Menteri yang terkait," katanya menjelaskan.

Baca juga: Warga korban bencana alam di Lebak minta direlokasi

Iyan (60) Ketua Dusun Cigobang Kabupaten Lebak mengaku bahwa warganya itu sudah berlangsung selama delapan bulan tinggal di sini dengan kondisi tidak layak huni.

Sebagian besar gubuk-gubuk yang dibangun oleh plastik terpal dan hamparan bambu dan tidak nyaman bagi keluarga.

"Kami berharap pemerintah daerah segera merelokasi dengan membangun huntap yang sehat dan layak huni," katanya menjelaskan.

Sementara itu, Camat Lebakgedong Kabupaten Lebak mengatakan pihaknya sudah melaporkan permintaan warga korban bencana alam agar direlokasi karena mereka sudah berlangsung lama belum ada kepastian tinggal dimana.

Pemerintah kecamatan juga mendesak dapat direalisasikan pembangunan huntap yang layak dan lebih nyaman.

"Kami minta huntap secepatnya dibangun dengan lokasi yang aman dari ancaman bencana alam," katanya.

Baca juga: Legislator minta pemerintah perhatikan korban bencana alam Lebak
Baca juga: Warga korban banjir Lebak minta kejelasan pembangunan huntap


 
Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020