Tim pengusul konservasi bekantan PPU susuri Sungai Tunan

Tim pengusul konservasi bekantan PPU susuri Sungai Tunan

Beberapa ekor bekantan sedang makan pucuk daun rambai sungai dalam DAS Tunan di Kampung Waru Tua, Kelurahan Waru, Kabupaten Penajam Paser Utara. (Antaranews Kaltim/ M Ghofar)

Penajam (ANTARA) - Tim pengusul konservasi bekantan di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Kalimantan Timur, yang terdiri dari berbagai unsur, mulai menyusuri Sungai Tunan di Kelurahan Waru, Kecamatan Waru, untuk mengindentifikasi titik mana saja yang banyak terdapat populasi bekantan di kawasan itu.

"Susur Sungai Tunan yang melibatkan sejumlah pihak pada hari Ahad (13/9) kemarin, merupakan yang pertama kali kami lakukan," ujar Penanggungjawab Program Pembangunan, Pemberdayaan Kelurahan dan Perdesaan Mandiri (P2KPM) Kabupaten PPU Sunarto Sastrowardojo di Penajam, Senin.

Sedangkan untuk susur sungai yang dilakukan secara perorangan, terutama bagi mereka yang peduli terhadap keberadaan bekantan, hal itu sudah sering dilakukan, seperti susur sungai oleh pengurus Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Kelurahan Waru.

Menurut Sunarto, susur sungai ini merupakan langkah awal pada tahapan pengusulan penetapan kawasan mangrove dan bekantan, kemudian untuk tahap berikutnya akan melibatkan orang-orang ahli di bidang masing-masing baik dalam kaitan penyusunan peraturan bupati (perbub) maupun orang yang ahli biologi.

Baca juga: P2KPM PPU-Waru usulkan konservasi bekantan

Baca juga: Pertamina kucurkan dana Rp549 juta untuk selamatkan Bekantan


Untuk mereka yang ahli biologi, lanjutnya, tentu akan minta diantar melakukan susur sungai agar mereka mengetahui pasti kondisi lapangan. Tujuannya adalah untuk mengidentifikasi dan menginventarisir flora dan fauna di kawasan yang menjadi populasi bekantan tersebut.

"Hasilnya nanti diharapkan masyarakat, Pemkab PPU, Pemprov Kalimantan Timur, hingga kementerian terkait pun mendukung kawasan susur sungai ini bukan sekedar dari aspek wisata, tapi juga perlindungan terhadap kawasan ekologinya karena di sana juga ada monyet, hiu paus, ganggang biru dan lainnya," ucap Narto.

Sementara Zulfahmi selaku Lurah Waru, mengatakan pihaknya bersama sejumlah pihak sebelumnya telah melakukan rapat dalam rencana usulan penetapan konservasi mangrove dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Tunan, untuk melindungi ekosistem yang di dalamnya juga ada bekantan terutama di Kampung Waru Tua.

Ia mengatakan mendukung langkah-langkah yang diinisiasi oleh Pokdarwis Kelurahan Waru dan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) Kabupaten PPU tersebut, karena usulan penetapan kawasan konservasi mangrove dan bekantan ini bukan hanya untuk melindungi ekosistemnya, tapi juga akan berimplikasi pada ekonomi masyarakat.

Sejumlah pihak yang melakukan susur sungai bersama menggunakan dua perahu kemarin adalah dari Tim Program P2KPM Kabupaten PPU, Kelurahan Waru, LPM Waru, HPI PPU, Pokdarwis Waru, BPBD PPU, dan Babinsa Waru.*

Baca juga: BKSDA-SBI percepat pelepasliaran bekantan

Baca juga: SBI berjuang selamatkan bekantan dari pandemi COVID-19
Pewarta : M.Ghofar
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020