Wapres Ma'ruf harap Uninus cetak tokoh-tokoh perubahan

Wapres Ma'ruf harap Uninus cetak tokoh-tokoh perubahan

Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyampaikan sambutan secara virtual dari Jakarta pada acara Perkenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Uninus Bandung, Selasa (15/09/2020). (ANTARA/Asdep KIP Setwapres)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Presiden Ma’ruf Amin berharap Universitas Islam Nusantara (Uninus) dapat mencetak generasi muda yang kelak bisa menjadi tokoh-tokoh perubahan ke arah lebih baik untuk pembangunan bangsa.

“Saya berharap Kampus Uninus menjadi salah satu pusat perbaikan dan sekaligus menjadi pusat penyiapan tokoh-tokoh perubahan,” kata Ma’ruf Amin di Jakarta, dalam pidatonya pada Perkenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Uninus Bandung secara virtual Selasa.

Uninus memiliki sejarah yang lekat dengan Nahdlatul Ulama (NU). Awalnya, Uninus bernama Universitas Nahdlatul Ulama (UNNU) yang didirikan pada 30 November 1959 di Bandung, Jawa Barat.

Baca juga: Wapres Ma'ruf Amin terima GIFA Advocacy Award
Baca juga: Ma'ruf Amin ajak negara OKI saling menguatkan pulihkan ekonomi dunia


Di hadapan civitas akademika Uninus Bandung, Ma’ruf mengingatkan kembali peran Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi perubahan, yang memiliki dua paradigma.

“Paradigma di NU semula hanya dua, yaitu menjaga yang lama, yang baik, artinya menjaga tradisi; serta mengambil yang baru, yang lebih baik, artinya melakukan transformasi,” katanya.

Ma’ruf menambahkan satu paradigma NU yakni harus melakukan perubahan ke arah lebih baik secara berkelanjutan dan tidak pernah berhenti.

Wapres juga mengingatkan pentingnya memiliki jiwa nasionalisme di kalangan mahasiswa karena Indonesia merupakan bangsa majemuk yang terdiri atas berbagai suku, agama dan ras.

Para pendiri bangsa Indonesia dahulu memiliki kesepakatan untuk mendirikan sebuah negara yang mengakomodasi dan menjamin kemajemukan tersebut. Sehingga generasi muda harus dapat menjaga persatuan dalam keberagaman tersebut, katanya.

“Oleh sebab itu, bagi saya, Pancasila dan NKRI adalah al miitsaaq al wathani, kesepakatan nasional yang harus kita jaga. Jangan ada yang membawa pikiran-pikiran di luar NKRI, karena NKRI sudah final,” tegasnya.

Baca juga: Wapres dorong BWI lakukan diversifikasi harta wakaf
Baca juga: Wapres dorong BWI kelola wakaf profesional dan kreatif

Pewarta : Fransiska Ninditya
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020