Pupuk Kaltim siapkan 4.480 ton pupuk non subsidi di Sulsel

Pupuk Kaltim siapkan 4.480 ton pupuk non subsidi di Sulsel

Ilustrasi - Sejumlah pekerja membongkar pupuk nonsubsidi produksi PT Pupuk Kaltim (Pupuk Indonesia Grup) dari kapal di Pelabuhan Rakyat Donggala, Sulawesi Tengah. ANTARA FOTO/Basri Marzuki.

Makassar (ANTARA) - PT Pupuk Kalimantan Timur (Kaltim) menyiapkan 4.480 ton pupuk non subsidi pada setiap distributor dan kios resmi wilayah distribusi guna mengantisipasi kelangkaan pupuk serta memenuhi kebutuhan petani jelang musim tanam di Provinsi Sulawesi Selatan.

"Kami telah menyiapkan stok pupuk non subsidi, untuk dapat menjadi solusi alternatif atas kebutuhan para petani pada saat musim tanam nanti," kata SVP Pemasaran PSO Pupuk Kaltim M Yusri di Makassar, Selasa.

Ia mengatakan selain menjalankan penugasan penyaluran pupuk bersubsidi berdasarkan Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok Elektronik (e-RDKK), Pupuk Kaltim juga senantiasa menjaga ketersediaan pupuk non subsidi di seluruh wilayah distribusi untuk memenuhi kebutuhan petani.

Selain penugasan dari pemerintah, kata dia, Pupuk Kaltim juga memasarkan produk non subsidi dengan merek dagang Urea Daun Buah dan NPK Pelangi.

Untuk di provinsi Sulsel, Yusri menjelaskan per 14 September 2020 Pupuk Kaltim menyiapkan stok 4.480 ton pupuk non subsidi, terdiri dari 3.890 ton Urea non subsidi dan 590 ton NPK non subsidi.

Baca juga: Pupuk Kaltim pastikan stok pupuk Jateng dan Jatim aman

Baca juga: Pupuk Kaltim siapkan urea nonsubsidi untuk petani NTB di luar e-RDKK

"Stok tersebut disebar di 24 kabupaten kota di Sulsel," ujarnya.

Menurut dia, kandungan dan unsur produk non subsidi tidak kalah dengan produk subsidi, dengan pemakaian yang juga lebih hemat. Kandungan nitrogen dalam Urea non subsidi misalnya, sangat cocok untuk membantu mempercepat pertumbuhan tanaman serta membuat daun menjadi lebih segar, hijau dan rimbun.

Begitu juga dari sisi mutu, pupuk Urea non subsidi telah memiliki standar internasional dan bersertifikat SNI. Bahkan produk ini telah diekspor Pupuk Kaltim ke luar negeri.

"Jadi petani tidak perlu khawatir dengan produk non subsidi Pupuk Kaltim, karena kualitasnya sangat baik,” tambah Yusri.

Pupuk Kaltim pun terus berupaya maksimal dalam menyalurkan pupuk subsidi untuk kebutuhan petani di Sulsel, sesuai alokasi Kementerian Pertanian, agar tidak terjadi kekurangan pasokan jelang musim tanam.

Baca juga: Pupuk Kaltim siapkan produk nonsubsidi jelang musim tanam

Tercatat, hingga 14 September 2020 di Sulsel, Pupuk Kaltim telah menyalurkan Urea subsidi sebanyak 230.483 ton atau 98 persen dari alokasi tahun 2020 sebesar 233.691 ton, sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian Nomor 10 Tahun 2020.

"Penyaluran subsidi dilakukan sesuai aturan dan hanya kepada petani yang tergabung dalam kelompok tani dan terdaftar di e-RDKK," ujar Yusri menegaskan

Yusri berharap ketersediaan pupuk non subsidi bisa membantu petani mencukupi kebutuhan pupuk saat musim tanam. Bagi petani yang butuh pendampingan untuk pola pemupukan berimbang, Pupuk Kaltim juga mempunyai tenaga lapangan yang andal di setiap kabupaten, siap memberikan arahan dan masukan terkait penggunaan pupuk secara tepat.

Sebab salah satu faktor peningkatan produktifitas tidak hanya dari penggunaan pupuk, tapi juga metode pengelolaan lahan dan pemilihan benih, hingga pola waktu pemberian pestisida yang tepat. Sehingga banyaknya faktor yang mempengaruhi produktifitas tanaman menuntut petani paham akan hal tersebut.

Baca juga: Jelang musim tanam, Pupuk Indonesia siagakan pupuk nonsubsidi

Baca juga: Pastikan ketersediaan pupuk, Mentan tinjau gudang Pupuk Kaltim
Pewarta : M Darwin Fatir
Editor: Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020