Taiwan sebut Vatikan jamin hubungannya dengan China perkara religius

Taiwan sebut Vatikan jamin hubungannya dengan China perkara religius

Pemimpin Katolik, Paus Fransiskus memimpin doa Regina Coeli dari jendelanya di Lapangan Santo Petrus yang baru dibuka kembali setelah penutupan selama berbulan-bulan karena penyebaran wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Vatikan, (31/5/2020). ANTARA/REUTERS/HO-Vatican Media/aa.

Taipei/Beijing (ANTARA) - Vatikan meminta Taiwan agar tak khawatir mengenai perpanjangan perjanjian antara Vatikan dengan China terkait penunjukan uskup, karena relasi tersebut bersifat keagamaan--bukan diplomatik, demikian menurut Kantor Urusan Luar Negeri Taiwan, Selasa.

"Pihak kami terus mendapatkan jaminan dari Vatikan bahwa perjanjian terkait uskup dengan China bersifat religius, bukan tentang hubungan diplomatik, dan (Vatikan) meminta kami untuk tidak khawatir," kata Juru Bicara Joanne Ou.

Taiwan--yang dianggap China sebagai bagian dari negaranya, namun mendeklarasikan diri sebagai negara sendiri--mempunyai ikatan diplomatik hanya dengan 15 negara di dunia karena adanya tekanan dari China yang mempunyai "Kebijakan Satu China".

Vatikan adalah satu-satunya aliansi Taiwan di wilayah Eropa. Sementara Paus Fransiskus telah menandatangani perpanjangan perjanjian uskup selama dua tahun untuk China, menurut sumber di Vatikan, Senin (14/9).

Ou menyebut bahwa Taiwan menaruh perhatian pada interaksi Vatikan dengan China, sementara Taiwan dan Vatikan menjalankan komunikasi yang halus. Ia juga mengatakan Taiwan berharap perjanjian tersebut dapat meningkatkan kebebasan beragama di China.

Konstitusi China menjamin kebebasan beragama, namun dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah memperketat pembatasan terhadap agama yang dilihat sebagai tantangan bagi otoritas Partai Komunis yang berkuasa di negara itu.

Para pengkritik menyebut hal tersebut membuat perjanjian Vatikan-China sebagai sebuah lelucon. Sementara Vatikan sendiri menyebut tidak ada perjanjian yang berisiko menyebabkan perpecahan pada Gereja di China.

Gereja Katolik di China terbagi menjadi Gereja "resmi" yang didukung pemerintah dan Gereja "tak resmi" bawah tanah yang loyal kepada Katolik Roma. Kini kedua belah pihak mengakui Paus sebagai pemimpin agung Gereja Katolik.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin menyatakan bahwa hubungan China dengan Vatikan telah mengalami peningkatan dan China akan terus menjalin kontak untuk memastikan dapat terjadi kemajuan yang lebih dalam hubungan tersebut.

Sumber: Reuters
Baca juga: Xi bertolak ke Italia, Vatikan harapkan China tidak khawatirkan gereja
Baca juga: China-Vatikan tanda tangani perjanjian penunjukan uskup

Pewarta : Suwanti
Editor: Atman Ahdiat
COPYRIGHT © ANTARA 2020