Legislator sebut ide lumbung ikan nasional cukup menjanjikan

Legislator sebut ide lumbung ikan nasional cukup menjanjikan

Ilustrasi: Nelayan bertransaksi dengan pedagang di TPI Pasie Nan Tigo, Padang, Sumatera Barat, Selasa (15/9/2020). . ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wsj.

Jakarta (ANTARA) - Anggota Komisi VI DPR Marwan Jafar mendukung langkah pemerintah untuk merealisasikan Program Lumbung Ikan Nasional (LIN) di Maluku yang dinilai sebagai solusi ketahanan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

“LIN yang canangkan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejalan dengan ide ruralisasi yakni pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan dan sektor agro lainnya, yang selama ini digaungkan. Ide itu cukup menjanjikan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” kata Marwan lewat keterangannya di Jakarta, Kamis.

Menurut dia, BUMN pangan harus memperhatikan sektor rural karena tahan banting dan mampu bertahan di tengah pandemi dan menjanjikan bisnis pasca-pandemi.

Baca juga: Pengamat: Anggaran Rp3,2 triliun memadai untuk lumbung ikan nasional

Marwan menyampaikan hal tersebut menanggapi rencana KKP untuk merealisasikan program LIN di Provinsi Maluku dan Maluku Utara.

Program ini juga dikuatkan dengan persetujuan DPR atas usulan tambahan pagu alokasi anggaran tahun 2021 KKP sebesar Rp3,4 triliun rupiah. Dana ini akan digunakan untuk LIN sebesar Rp3,2 triliun dan sisanya untuk sarana-prasarana program desa wisata bahari (Dewi Bahari) serta pengangkatan Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) di 100 kawasan.

Marwan menyampaikan Program LIN tersebut sejalan dengan usulan yang disampaikan beberapa waktu lalu agar pemerintah memperhatikan pemberdayaan ternak ikan di kawasan Indonesia Timur.

Baca juga: DPR setuju anggaran Rp3,2 triliun realisasikan Lumbung Ikan Nasional

"Kita tidak usah impor ikan, ngapain impor sementara potensi kita luar biasa, sementara ikan di Indonesia Timur sangat banyak," kata Marwan.

Menurutnya, sektor rural tidak begitu terdampak pandemi COVID-19 sehingga pemerintah perlu mengarahkan investasi pada sektor tersebut.

"Karena ternak itu tidak terdampak COVID-19, di samping juga masyarakat di bawah tidak berpengaruh. Oleh karena itu maka harus menjadi prioritas utama," kata Marwan.

Baca juga: DPR ingin KKP segera realisasikan Lumbung Ikan Nasional

Pewarta : Sella Panduarsa Gareta
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020