Masa pandemi COVID-18, PMI lakukan "jemput bola" donor darah

Masa pandemi COVID-18, PMI lakukan

Kepala Bidang Pembinaan Kualitas Unit Donor Darah Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) dr Robby Nur Aditya, M.Si saat memberikan materi pada kegiatan Pertemuan Konsolidasi Unit Transfusi Darah Sub Regional I Provinsi Aceh di Aula UTD PMI Aceh Utara (7/10/2017). (FOTO ANTARA/HO-https://utd-pmiacehutara.id/)

Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) mulai melakukan metode "jemput bola" dalam menggaet masyarakat di Tanah Air untuk mendonorkan darah mereka saat pandemi COVID-19.

"Jadi kita jemput bola, tidak hanya menunggu tapi tim juga bisa datang ke lokasi untuk melakukan pengambilan darah," kata Kepala Bidang Pembinaan Kualitas Unit Donor Darah Pusat Palang Merah Indonesia (PMI) dr Robby Nur Aditya, M.Si dalam rangka momentum perayaan HUT PMI ke-75 saat dihubungi di Jakarta, Jumat.

Ia mengakui target pendonor darah yang disasar saat ini ialah mereka yang sehat. Kemudian jika mereka takut keluar rumah, maka tim dari PMI dapat langsung datang.

Sistemnya, kata dia, masyarakat yang berada di satu komplek perumahan, kampung atau satu wilayah dapat berkumpul di suatu lokasi yang dianggap luas. Selanjutnya, mereka akan didatangi dengan tim mobil unit dari PMI.

"Jadi selama ini persyaratannya dengan minimal 50 orang. Namun sekarang bisa 10 atau 20 orang dan kita tetap datangi," katanya.

Ia mengatakan dengan jumlah tersebut, kerumunan yang ditimbulkan juga tidak terlalu banyak. Selain itu, masyarakat tidak perlu lagi datang jauh-jauh, melainkan hanya menunggu di sekitar wilayah sendiri.

"Tapi tentu semuanya harus sesuai dengan protokol kesehatan," katanya.

Sejauh ini, metode jemput bola donor darah telah berlaku di kota-kota besar di antaranya Jakarta, Surabaya, Bandung, Semarang serta wilayah yang rata-rata daerah tersebut mengalami penurunan jumlah donor yang cukup signifikan.

Selain itu, PMI dalam menggaet pendonor juga melakukan edukasi serta sosialisasi dan kampanye untuk meyakinkan masyarakat bahwa donor itu aman dan tidak menularkan COVID-19.

Apalagi, secara umum kebutuhan darah akan tetap ada para pasien di rumah sakit sehingga diharapkan bagi mereka yang sehat serta sudah waktunya donor tetap menyumbangkan darahnya.

Dalam pelaksanaannya, pendonor juga mendapatkan pelindungan dengan diberikan masker, sarana cuci tangan, serta menjaga jarak antarpendonor sehingga kontak fisik semakin berkurang, demikian Robby Nur Aditya.

Baca juga: PMI ajak masyarakat tidak takut donor darah saat pandemi COVID-19

Baca juga: Hasil survei, PMI lebih dikenal sebagai tempat donor darah

Baca juga: JK ajak masyarakat mendonorkan darahnya di masa pandemi COVID-19
Pewarta : Muhammad Zulfikar
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020