Jaga pasar, KBRI Islamabad perkuat koordinasi dengan importir sawit

Jaga pasar, KBRI Islamabad perkuat koordinasi dengan importir sawit

KBRI Islamabad gelar pertemuan dalam bentuk ‘working dinner’ dengan pelaku usaha dan asosiasi importir sawit Pakistan guna mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar, pada Rabu (16/9/2020). (ANTARA/HO-KBRI Islamabad)

Jakarta (ANTARA) - Guna mempertahankan dan meningkatkan pangsa pasar minyak kelapa sawit Indonesia di Pakistan, Kedutaan Besar Indonesia di Islamabad terus menjalin koordinasi dengan para pelaku usaha dan asosiasi importir sawit setempat.


Dalam keterangan tertulis KBRI Islamabad yang diterima di Jakarta, Jumat, dijelaskan bahwa sebagai salah satu upaya koordinasi dengan para pelaku usaha dan asosiasi tersebut, Tim Fungsi Ekonomi melakukan pertemuan working dinner dengan perwakilan dari Pakistan Vanaspati Manufacturers Association (PVMA) dan Pakistan Edible Oil Refiners Association (PEORA) di Lahore pada Rabu (16/9) lalu.


“Kami sangat senang dapat bertemu perwakilan dari PVMA dan PEORA yang datang ke Lahore untuk bertemu kami dari beberapa kota yang cukup jauh,” kata Kuasa Usaha Ad Interim (KUAI) RI Islamabad, Andi Ahmad Bastari, yang memimpin Tim Fungsi Ekonomi tersebut.


Dia pun menyampaikan harapan agar kerja sama dapat terus ditingkatkan, meski dengan berbagai tantangan termasuk pandemi COVID-19 yang tengah melanda berbagai negara di dunia.


Kedua asosiasi, yang merupakan pemilik dan pengelola pabrik pengolahan minyak goreng berbahan baku sawit itu, menyampaikan apresiasi kepada KBRI Islamabad atas undangan tersebut.


Para peserta undangan yang juga hadir dari berbagai kota selain Lahore, seperti Bahawalpur, Faisalabad, dan Karachi itu pun menyampaikan langkah yang dianggap perlu dikerjasamakan untuk meningkatkan kesinambungan pasar minyak sawit di Pakistan.


Salah satunya yakni para pelaku industri produsen minyak goreng vanaspati gheeyang 70 persennya berbahan baku sawit, menyampaikan harapan untuk terus dilakukannya sosialisasi dan pesan masyarakat secara luas terkait aspek kesehatan dan manfaat minyak goreng hasil olahan sawit tersebut di Pakistan.


"Minyak Vanaspati Ghee dikonsumsi oleh sebagian besar masyarakat Pakistan terlebih oleh kalangan rakyat di pedesaan dan secara turun menurun konsumsi ini diwariskan tanpa adanya masalah dan baru beberapa tahun belakangan saja isu negatif dimunculkan," ujar Rana Arsalan Khan, Vice ChairmanPVMA.


Sejalan dengan harapan tersebut, dan mengamati isu pelarangan Vanaspati Ghee, khususnya di Provinsi Punjab, Tim Fungsi Ekonomi menyampaikan rencana program kerja sama teknik yang ditawarkan Pemerintah Indonesia melalui Kemlu RI bekerja sama dengan stakeholder minyak sawit untuk melihat industri pengolahan sawit khusus produk Ghee di Indonesia dan menjajaki kemungkinan penerapannya di Pakistan.

 

KBRI Islamabad juga mengambil kesempatan tersebut untuk memberikan gambaran yang komprehensif mengenai tawaran kerja sama teknik yang dimaksud serta memperoleh masukan dua arah bagi pelaksanaannya nanti.

 

Selama ini, sejumlah upaya untuk memperkuat kerja sama dan koordinasi dengan PVMA dan PEORA telah dilakukan KBRI Islamabad, termasuk optimalisasi forum konsultasi stakeholder sawit; Indonesia-Pakistan Joint Palm Oil Committee (JIPOC), serta penyelenggaraan konferensi dan pameran sawit di berbagai kota besar seperti Lahore, Faisalabad, dan Karachi.


Baca juga: Emiten perkebunan Dharma Satya uji coba produksi Bio-CNG Plant

Baca juga: Wamenlu sebut label "bebas kelapa sawit" dapat rugikan Indonesia

Pewarta : Aria Cindyara
Editor: Fardah Assegaf
COPYRIGHT © ANTARA 2020