Menko Airlangga paparkan indikator yang tunjukkan sinyal pemulihan

Menko Airlangga paparkan indikator yang tunjukkan sinyal pemulihan

Menko Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional Airlangga Hartarto bersiap memberikan keterangan pers tentang perkembangan penanganan COVID-19 di Jakarta, Jumat (18/9/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj/pri.

Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan beberapa indikator yang mengalami perbaikan sehingga menjadi sinyal positif adanya pemulihan ekonomi nasional dari dampak pandemi COVID-19.

"Pemerintah percaya bahwa dengan optimalisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) maka aktivitas ekonomi tanah air akan terus membaik," katanya di Jakarta, Jumat.

Airlangga menyebutkan salah satu indikator yang mengalami perbaikan adalah terjadinya surplus perdagangan pada Agustus 2020 sebesar 2,3 miliar dolar AS.

Baca juga: Airlangga: Pemerintah pusat-daerah bergerak satu aksi tangani COVID-19

Surplus perdagangan ini terjadi dalam empat bulan berturut-turut yang didorong oleh surplus non-migas 2,66 miliar dolar AS dan defisit migas minus 0,34 miliar dolar AS.

Selain itu, neraca perdagangan secara tahun berjalan mulai Januari hingga Agustus 2020 juga tercatat surplus sebesar 11,05 miliar dolar AS.

"Ekspor pertanian sepanjang Januari sampai Agustus 2020 tumbuh 8,59 persen (ytd) terutama ekspor buah-buahan. Jadi hortikultura sudah menjadi bagian dari ekspor kita," ujarnya.

Baca juga: Menko Airlangga: Realisasi PEN capai 36,6 persen

Kemudian indikator lain yang memperlihatkan sinyal positif adalah Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur, Indeks Keyakinan Konsumen, Penjualan Ritel, Penjualan Kendaraan Bermotor, Saldo Bersih Tertimbang (SBT) Investasi, dan Inflasi Inti.

Ia menjelaskan PMI Manufaktur saat melakukan PSBB turun drastis ke 27,5 namun ketika beberapa kegiatan masyarakat telah mulai dilaksanakan PMI naik ke level 50,8.

"Itu di atas rata-rata, standar PMI adalah 50," katanya.

Baca juga: Pemerintah berencana lanjutkan subsidi gaji hingga kuartal II 2021

Tak hanya itu, ia menegaskan Indonesia termasuk negara yang dapat menekan jumlah kematian dengan kinerja ekonomi yang relatif lebih baik sehingga menunjukkan keberhasilan dari upaya pemerintah untuk menangani pandemi.

Hal itu terlihat berdasarkan data dari "https://ourworldindata.org/covid-health-economy" mengenai perbandingan antara kinerja ekonomi dengan jumlah kematian COVID-19 per 1 juta penduduk berbagai negara.

"Penanganan di Indonesia ini relatif berada dalam posisi yang cukup baik. Misalnya jika dibandingkan dengan Jerman, Filipina, Malaysia, Singapura, dan Belanda," katanya.

Baca juga: Satgas paparkan realisasi penyaluran bantuan program pemulihan ekonomi

Baca juga: Pemerintah kebut realisasi banpres dan bantuan produktif September ini
Pewarta : Astrid Faidlatul Habibah
Editor: Satyagraha
COPYRIGHT © ANTARA 2020