Kemarin, kelahiran dua anak badak hingga penyederhanaan kurikulum

Kemarin, kelahiran dua anak badak hingga penyederhanaan kurikulum

Dokumen - Kelahiran Badak Putih di TSI Seekor anak badak putih (Ceratotherium Simum) berjenis kelamin jantan berada di samping induknya di dalam kandang pemeliharaan Taman Safari Indonesia (TSI), Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Sabtu (7/3/15). ANTARA FOTO/Arif Firmansyah

Jakarta (ANTARA) - Sejumlah berita humaniora Minggu (20/9) menyita perhatian pembaca dan layak untuk dibaca pagi ini diantaranya kelahiran dua anak badak jawa dan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang tidak melakukan penyederhanaan kurikulum hingga 2022.

Adapun berita-beritanya sebagai berikut:

Nadiem tegaskan penyederhanaan kurikulum belum dilakukan hingga 2022

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Anwar Makarim mengatakan penyederhanaan kurikulum tidak akan dilakukan hingga 2022.

"Penyederhanaan kurikulum tidak akan dilakukan sampai tahun 2022. Pada 2021, kami akan melakukan berbagai macam prototyping di sekolah penggerak yang terpilih dan bukan dalam skala nasional. Jadi, sekali lagi tidak ada kebijakan apapun yang akan keluar di 2021 dalam skala kurikulum nasional. Apalagi, penghapusan mata pelajaran sejarah," ujar Nadiem dalam keterangannya di Jakarta, Ahad.

Baca berita: di sini

Kelahiran dua anak badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon

Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan bertepatan dengan Hari Konservasi Alam Nasional 2020 mengumumkan kelahiran sepasang badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Wiratno dalam keterangan tertulisnya diterima di Jakarta, Minggu, mengatakan kondisi habitat badak jawa di Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) terbukti masih baik, yang ditandai dengan kelahiran spesies bernama ilmiah Rhinoceros sondaicus itu.

Cek berita: di sini

Kasus positif COVID-19 bertambah 3.989 dan 105 meninggal

Jumlah kasus positif COVID-19 di Tanah Air hingga Ahad (20/9), pukul 12.00 WIB, bertambah 3.989 kasus atau total menjadi 244.676.

Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 juga menyebutkan jumlah kasus meninggal naik 105 kasus atau total menjadi 9.553 orang meninggal.

Simak berita: di sini

Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Heru Dwi Suryatmojo
COPYRIGHT © ANTARA 2020