Pariwisata Yogyakarta mulai menggeliat, wisatawan lokal mendominasi

Pariwisata Yogyakarta mulai menggeliat, wisatawan lokal mendominasi

Ilustrasi: Wisatawan menikmati suasana pagi di Kompleks Candi Prambanan, Sleman, DI Yogyakarta, Minggu (8/3/2020). ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah/aww.

Yogyakarta (ANTARA) - Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Singgih Raharjo mengatakan industri pariwisata di provinsi tersebut mulai menggeliat dengan kunjungan wisata terus meningkat, terutama dari wisatawan lokal.

"Kalau dari sisi geliat ekonominya, kondisi pariwisata di DIY sudah menggeliat," kata Kepala Dispar DIY Singgih Raharjo di Yogyakarta, Senin.

Menurut Singgih, geliat sektor pariwisata di DIY setidaknya tampak dari data kunjungan wisata yang terekam melalui aplikasi Visiting Jogja periode Agustus-September 2020 dengan rata-rata 5.000-6.000 wisatawan per hari.

Baca juga: Yogyakarta bersiap menuju wisata berbasis kualitas pada masa pandemi

Setiap akhir pekan jumlah kunjungan wisata itu terus meningkat menjadi rata-rata 20 ribuan pada hari Sabtu dan pada Minggu meningkat menjadi 30-40 ribu. "Setiap minggu saya lihat trennya seperti itu," kata Singgih.

Berdasarkan data asal daerahnya, menurut dia, sebagian besar wisatawan yang mengunjungi DIY masih didominasi wisatawan lokal di DIY, diikuti Jawa Tangeh (Jateng), Jawa Timur (Jatim), Jawa Barat (Jabar), dan terakhir DKI Jakarta.

Meski kunjungan wisata meningkat, Singgih meminta seluruh pengelola destinasi wisata di DIY kembali memperketat penerapan protokol kesehatan. Hal ini mengingat jumlah kasus positif COVID-19 di DIY juga mengalami peningkatan selama beberapa hari terakhir.

Baca juga: Pasien positif COVID-19 di DIY bertambah 70 menjadi 2.181 kasus

"Walaupun kemarin belum ada pengendoran, tetapi saya kira perlu peningkatan kewaspadaan kembali, khususnya destinasi wisata yang banyak didatangi wisatawan seperti pantai dan beberapa lokasi yang aksesnya banyak," kata dia.

Baca juga: DIY pastikan buka pariwisata secara terbatas

Baca juga: Jogja untuk Jogja, upaya Kota Yogyakarta untuk bangkit


 
Pewarta : Luqman Hakim
Editor: Risbiani Fardaniah
COPYRIGHT © ANTARA 2020