MPR: Pemerintah jangan hilang fokus tangani COVID-19

MPR: Pemerintah jangan hilang fokus tangani COVID-19

Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat. (Dok. Pribadi)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat meminta pemerintah jangan kehilangan fokus dalam menangani pandemi COVID-19, di tengah persoalan di sektor ekonomi dan politik yang akan dihadapi saat ini.

Dia menjelaskan persoalan yang akan dihadapi tersebut adalah penyelenggaraan Pilkada 2020 dikhawatirkan menjadi klaster baru penyebaran COVID-19 dan ancaman resesi ekonomi.

"Melihat besarnya persoalan di sektor ekonomi dan politik yang dihadapi saat ini, Pemerintah jangan kehilangan fokus dalam upaya pengendalian penyebaran COVID-19 di Tanah Air," kata Lestari Moerdijat atau Rerie dalam keterangannya di Jakarta, Selasa.

Menurut dia, persoalan utama yang dihadapi banyak negara di dunia, termasuk Indonesia saat ini adalah masalah kesehatan terkait penyebaran COVID-19.

Dia mengatakan, di tengah tren peningkatan jumlah positif COVID-19 yang belum terkendali di Indonesia, ancaman resesi ekonomi dikhawatirkan akan mengalihkan konsentrasi pemerintah dalam pengendalian penyebaran COVID-19.

Menurut dia, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati pada Selasa (22/9) memberi sinyal kuat perekonomian nasional memasuki resesi pada kuartal III-2020.

"Hal itu menyusul revisi proyeksi Kementerian Keuangan yang menyebutkan proyeksi perekonomian Indonesia pada 2020 secara keseluruhan menjadi minus 1,7 persen hingga 0,6 persen," ujarnya.

Padahal menurut Rerie, realisasi pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal II-2020 minus 5,32 persen, secara teori memang resesi adalah kondisi di mana pertumbuhan ekonomi minus dua kuartal berturut-turut.

Dia mengatakan, ancaman resesi ekonomi cukup mengkhawatirkan karena akan memicu jumlah pengangguran.

Baca juga: MPR: Evaluasi alokasi tenaga medis antisipasi lonjakan kasus COVID-19

Sementara itu Rerie menilai saat ini Pemerintah juga sedang menghadapi risiko yang tidak kalah besar dengan tetap berupaya menyelenggarakan tahapan pilkada serentak di tengah pandemi COVID-19.

"Sejumlah penyesuaian aturan sedang diupayakan agar pilkada serentak berjalan dengan aman. Sementara sebagian masyarakat sangat khawatir penyelenggaraan pilkada di tengah pandemi rawan menjadi klaster penyebaran baru COVID-19," katanya.

Rerie menilai strategi dan langkah pengendalian COVID-19 harus lebih rinci dan nyata, agar banyak pihak dapat bergerak bersama di titik yang paling krusial ini.

Dia menilai apabila penyebaran COVID-19 di Indonesia tidak terkendali, upaya apa pun yang diambil untuk membenahi sektor ekonomi dan politik akan sia-sia.

Baca juga: MPR: Pemda-Polda larang pengumpulan massa saat kampanye Pilkada

Baca juga: Bamsoet dukung pemerintah terbitkan Perppu Pilkada di masa pandemi

Baca juga: Gus AMI : Butuh sinergitas bendung gelombang PHK di masa pandemi

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2020