Stadion Si Jalak Harupat dari Asian Games menuju Piala Dunia

Stadion Si Jalak Harupat dari Asian Games menuju Piala Dunia

Foto udara Stadion Si Jalak Harupat di Soreang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Senin (29/6/2020). PSSI telah menetapkan enam stadion termasuk Stadion Si Jalak Harupat sebagai tempat penyelenggaran Piala Dunia U-20 2021 di Indonesia yang akan segera di revitalisasi sesuai dengan standar FIFA oleh Kementerian PUPR. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/hp.

Jakarta (ANTARA) - Stadion Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung terpilih sebagai salah satu dari enam stadion penyelenggaraan Piala Dunia U-20 pada 20 Mei –11 Juni 2021.

Selain SJH, ada lima stadion di Indonesia lainnya yang bakal menggelar laga Piala Dunia U-20 2021, yakni Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) Jakarta, Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Stadion I Wayan Dipta Gianyar Bali, Stadion Manahan Solo, dan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring Palembang.

Stadion Si Jalak Harupat dan Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring menggantikan Stadion Mandala Krida Yogyakarta dan Stadion Pakansari Bogor yang sebelumnya sempat disebut sebelum PSSI berkomunikasi dengan FIFA.

Tentu menjadi sebuah kebanggaan bagi masyarakat Bandung dan sekitarnya, sebab mereka bisa melihat aksi-aksi calon pemain bintang Eropa dari dekat. Para pemain bintang Eropa yang berpotensi memperkuat negaranya seperti Takefusha Kubo (Jepang/Villareal), Ansu Fati (Spanyol/Barcelona), hingga Bukayo Saka (Inggris/Arsenal).

Baca juga: Kemenpora setuju dengan enam stadion rekomendasi PSSI

Stadion Si Jalak Harupat sendiri berlokasi di Desa Kopo dan Cibodas, Kecamatan Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Stadion berkapasitas 27.000 penonton ini dibangun pada 2003.

Dalam proses pembangunannya, Pemerintah Kabupaten Bandung mengeluarkan dana sebesar Rp67 miliar dan menjadikan stadion ini sebagai stadion termegah di Kabupaten Bandung.

Stadion SJH juga menjadi saksi bisu perjalanan Persib Bandung dalam merebut juara Liga 1 Indonesia musim 2014. Namun lambat laun, kehadirannya sempat terpinggirkan oleh megahnya stadion baru di pusat Kota Bandung, yakni Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

GBLA kemudian menjadi markas baru Persib, sebelum akhirnya kembali ke rumah lamanya karena ada permasalahan antara pihak pengembang dan Pemkot Bandung sejak musim 2019 sampai sekarang.

Event Internasional

Stadion SJH sempat beberapa kali direnovasi, tujuannya menyambut berbagai event nasional dan internasional. Pada 2018, SJH dipilih sebagai salah satu stadion penyelenggara babak penyisihan sepak bola di Asian Games.

Kala itu, SJH menjadi tuan rumah Grup E yang diisi oleh Kirgistan, Malaysia, Bahrain, dan Korea Selatan.

Bintang Liga Inggris, Son Heung Min, pernah mencicipi rumput Si Jalak Harupat. Saat itu ia memikul beban berat harus bisa membawa Korea Selatan juara atau ikut wajib militer. Meski pada akhirnya Korea Selatan berhasil meraih medali emas setelah menang atas Jepang 2-1.

Baca juga: Pemerintah dan PSSI intensifkan persiapan Piala Dunia U-20

SJH juga tergolong stadion komplet. Dalam komplek stadion terdapat 11 venue yang bisa digunakan untuk perhelatan olahraga dan berstandar nasional. Seperti lapangan panahan, akuatik, softball, hingga hoki.

Terbaru, pengelola baru saja meresmikan lapangan latihan yang lokasinya masih di dalam komplek SJH yakni lapangan Sabilulungan. Lapangan ini sebagai pelengkap syarat dari FIFA yang mewajibkan setiap stadion penyelenggaraan Piala Dunia memiliki empat lapangan pendukung.

SJH mulai bersolek

Setelah ditetapkan sebagai salah satu venue Piala Dunia U-20, Stadion SJH mulai bersolek. Setelah PSSI memantau situasi stadion dengan membawa syarat-syarat standar FIFA, ada tiga poin utama yang harus dibenahi di Stadion Si Jalak Harupat yakni penambahan kapasitas lampu dari 2.000 lux menjadi 2.500 lux.

Kemudian sound sistem/pengeras suara yang kini hanya berada di area dalam stadion harus ditambah hingga area luar stadion. Lalu lintasan atletik di dalam stadion utama yang harus ada.

"Lampu stadion standar FIFA itu 2.500 lux, sedangkan di SJH ini baru 2.000 lux. Tambahan fasilitas audio sistem juga dibutuhkan," ujar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bandung Marlan Nirsyamsu.

Baca juga: Kemenpora minta Pemda ikut berkomitmen soal renovasi stadion

Sementara sisanya, dianggap sebagai perbaikan minor. Artinya, fasilitas pendukung hanya tinggal dilakukan perbaikan-perbaikan seperti penggantian kursi yang rusak, pengecatan, area taman, hingga area lainnya.

Di sisi akses, Stadion SJH dianggap sudah memadai dengan hadirnya tol Soroja (Soreang-Pasirkoja). Awalnya, akses menuju stadion sangat sempit hanya bisa dilewati dua kendaran saja. Kini adanya tol Soroja, bus bisa langsung menuju pintu gerbang utama stadion tanpa harus berjibaku dengan kemacetan di jalan Kopo.

"Untuk rumput kita tinggal menjaga perawatannya, sebab dulu digunakan untuk Asian Games. Tak ada masalah untuk rumput yang notabene pengerjaannya lama," ujar kepala UPTD Stadion Si Jalak Harupat Raden Mulyana.

Proses renovasi

Stadion Si Jalak Harupat tidak masuk dalam prioritas pembenahan dari pemerintah pusat. Adapun kewenangannya diserahkan kepada pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten yang ditunjuk sebagai subpanitia sesuai Instruksi Presiden nomor 8 tahun 2020.

Atas Inpres itu, Pemkab Bandung sudah menjajaki koordinasi dengan Pemprov Jabar soal anggaran yang diperlukan untuk melakukan penambahan dan perbaikan fasilitas. Sehingga belum diputuskan berapa nilai yang dibutuhkan.

Baca juga: Kementerian PUPR hanya tangani renovasi dua stadion Piala Dunia U-20

"Untuk nilai masih tentatif yah besarannya. Terkait anggaran untuk pembenahan dan renovasi stadion utama SJH, merupakan pembagian peran, tugas dan tanggung jawab antara Pemprov Jabar dan Pemkab Bandung sebagaimana amanat Inpres no 8 thn 2020," ujar Sekretaris Dispora Kabupaten Bandung, Irvan Ahmad.

Ia berharap anggaran bisa diputuskan dan turun dalam APBD perubahan, apabila harus menunggu dalam APBD murni maka persiapan akan semakin mepet dan menyulitkan dalam proses renovasi. 

"Jadi setelah nanti anggaran diputuskan, maka kita akan langsung bergerak demi menyukseskan penyelenggaraan Piala Dunia," kata Irvan.

Menurut Irvan, melalui arahan dari Bupati Kabupaten Bandung Dadang Naser, saat ini seluruh jajaran di lingkup Pemkab Bandung sudah bergerak sesuai dengan kapasitas masing-masing.

"Di lingkup Pemkab Bandung, seluruh jajaran OPD terkait sudah merapatkan barisan, dan sudah bergerak sesuai kapasitasnya dan sejalan dengan kebijakan Pak Bupati Kabupaten Bandung, Pak Dadang Naser," kata Irvan.

Baca juga: Kementerian PUPR koordinasi dengan pemda terkait Piala Dunia U-20
Baca juga: Dirut PPKGBK tegaskan kawasan GBK siap untuk Piala Dunia U-20
Baca juga: Menpora: Surabaya siap gelar Piala Dunia U-20 tahun 2021
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Irwan Suhirwandi
COPYRIGHT © ANTARA 2020