Harga tembakau Temanggung anjlok di tengah pandemi

Harga tembakau Temanggung anjlok di tengah pandemi

Bupati Temanggung M. Al Khadziq memeriksa kondisi tembakau dalam jual beli tembakau di salah satu perwakilan gudang pembelian tembakau di Temanggung. (ANTARA/Heru Suyitno)

Temanggung (ANTARA) - Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga, begitu gambaran nasib petani di lereng Gunung Sumbing, Sindoro, dan Perahu di Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, selama masa pandemi COVID-19 ini.

Berturut-turut dari hasil tanaman yang dibudidayakan seperti bawang putih dan tembakau yang merupakan tanaman andalan bagi petani harganya anjlok sehingga mereka harus menelan kerugian.

Sebelum memasuki masa tanam tembakau yang sejak pertengahan Agustus lalu mulai panen, kalangan petani di Temanggung menanam bawang putih untuk mendukung program swasembada bawang putih nasional.

Namun, di tengah pandemi ini hasil panen bawang putih masih menumpuk di rumah-rumah petani karena tidak laku dijual akibat kalah bersaing dengan bawang impor.

Belum tuntas permasalahan pemasaran bawang putih, petani yang berharap hasil panen tembakau tahun ini dapat menjadi obat pengganti terpuruknya harga bawang putih, namun hasil panen tembakau juga tidak sesuai yang diharapkan.

Baca juga: Pengusaha harapkan tarif cukai hasil tembakau tidak naik tahun depan

Berdasarkan data dari Dinas Pertanaian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Temanggung   90 persen tanaman tembakau di Kabupaten Temanggung tahun ini adalah varietas kemloko yang memang dibutuhkan pabrik rokok kretek.

Tanaman tembakau tersebar di 14 kecamatan dari 20 kecamatan yang ada di Kabupaten Temanggung dengan luas lahan sekitar 14.000 hektare atau mengalami penurunan dari tahun 2019 yang mencapai 18.872 hektare.

Hasil panen tembakau di saat pandemi COVID-19 ini, kalangan petani menilai penyerapan tembakau oleh industri rokok belum optimal.

Petani yang juga Sekretaris Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) Kabupaten Temanggung Yamuhadi mengatakan selain itu harga tembakau belum sesuai harapan petani.

"Tembakau grade C saat ini harganya Rp60.000 per kilogram, harga tersebut masih jauh dari harapan petani," katanya.

Baca juga: Kementan sebut cukai rokok pengaruhi jatuhnya harga tembakau

Menurut dia serapan tembakau oleh perwakilan pabrik rokok sangat lambat karena hanya ada satu perwakilan pabrik yang melakukan pembelian secara optimal.

Padahal, setiap panen tembakau setidaknya ada dua perwakilan pabrik rokok yang melakukan penyerapan tembakau di Temanggung dengan baik sehingga harga tembakau juga lebih baik.

Petani tembakau lainnya Sutopo mengatakan tahun lalu, tembakau grade C harganya bisa mencapai Rp75.000 hingga Rp90.000 per kilogram.

"Harapan kami segera ada peningkatan pembelian, sehingga ada persaingan pasar yang bagus. Jika ada persaingan maka secara otomatis harga tembakau akan meningkat," katanya.

Baca juga: Pemerintah diminta alokasikan pendapatan cukai rokok untuk petani

Mendengar keluhan para petani tersebut, Bupati Temanggung M. Al Khadziq berupaya melakukan pendekatan ke gudang pembelian tembakau yang merupakan perwakilan pabrik rokok di Temanggung.

Khadziq meminta pabrik rokok merevisi harga tembakau pada masa panen raya tembakau tahun 2020 agar tidak merugikan petani. Harga tembakau grade C berkisar antara Rp50.000 hingga Rp60.000 per kilogram, hal ini masih sangat jauh dari harapan petani.

Petani berharap panen tembakau yang sudah masuk grade C harganya bisa Rp80.000 hingga Rp90.000 per kilogram sehingga petani bisa menikmati hasil dari usahanya.

Selain harga rendah, panen tembakau kali ini penyerapannya rendah maka pihaknya minta pabrik rokok membuka selebar-lebarnya pembelian sehingga terjadi keseimbangan penawaran dan permintaan.

Rendahnya harga tembakau ini selain penyerapan rendah atau pabrik belum melakukan pembelian besar-besaran kemungkinan ada sinyalemen karena rantai masalah yang timbul akibat kenaikan cukai rokok kretek sebesar 23 persen oleh pemerintah.

"Kenaikan cukai tersebut konon membuat penjualan rokok kretek dari pabrik menurun sehingga pabrik dalam penyerapan bahan baku juga diturunkan," katanya.

Baca juga: Peneliti harapkan kebijakan tembakau selaraskan industri dan kesehatan

Dalam masalah kenaikan cukai rokok ini, katanya ketika pabrik ditekan dengan cukai yang semakin tinggi maka pabrik harus melakukan efisiensi pengeluaran dan efisiensi ini yang paling mudah dilakukan adalah menekan petani.

"Pabrik rokok tidak mungkin melakukan efisiensi dengan cara memotong gaji pegawai atau buruhnya. Hal ini tidak mungkin dilakukan karena ada undang-undang yang mengatur tentang upah minimum dan dia tidak mungkin melakukan efisiensi di lini produksi yang lain kalau memang sudah efisien,  satu-satunya yang paling mudah dalam menyiasati kenaikan cukai rokok adalah menekan harga bahan baku, akibatnya petanilah yang terkena dampaknya," katanya.

Hal lain yang membuat harga tembakau masih rendah juga disebabkan pada awal panen tembakau Temanggung diterpa hujan selama satu pekan.

"Daun tembakau yang semula mutunya sudah bagus, kadar nikotinnya tinggi, dengan terkena hujan sedikit berkurang, mungkin juga menjadi salah satu faktor harga sampai sekarang belum bagus," katanya.

Menurut dia, dalam situasi seperti ini Pemkab Temanggung akan terus melakukan upaya semaksimal mungkin untuk membantu para petani keluar dari kemelut itu.

Pemerintah pusat diminta turun

Bupati Temanggung M. Al Khadziq meminta pemerintah pusat turun tangan mengatasi masalah penjualan tembakau yang tidak menguntungkan petani lokal karena harganya anjlok.

Oleh karena itu pihaknya menyurati Menko Perekonomian RI dan Menteri Perindustrian RI meminta agar pemerintah pusat mendorong pabrik-pabrik rokok untuk mempercepat penyerapan tembakau dari petani Temanggung.

Hal itu perlu dilakukan karena banyak hasil panen tembakau masih menumpuk di tingkat petani dan pedagang lokal karena lambat dalam penyerapan.

"Karena ini menyangkut industri rokok nasional dan menyangkut kepentingan recovery ekonomi petani yang sedang terpuruk akibat pandemi, kami memohon Menteri Perindustrian dan Menteri Koordinator Perekonomian untuk turun tangan melakukan pembinaan kepada dunia industri agar menyerap habis tembakau petani," katanya.

Bupati juga meminta kementerian mendorong agar pabrik rokok membeli tembakau Temanggung sampai habis hingga akhir masa panen dengan harga yang pantas sesuai dengan kualitasnya yang tinggi.

Selain itu kementerian juga diminta untuk mendorong revisi besaran kenaikan cukai rokok kretek yang disinyalir merupakan salah satu penyebab jatuhnya harga tembakau tahun ini.

Langkah Bupati Temanggung meminta kementerian untuk turun tangan mengatasi anjloknya harga tembakau ini karena salah satu penyebab jatuhnya harga tembakau lokal karena pihak industri terkesan cenderung mengurangi volume penyerapan dan lambat menyerap tembakau lokal.

"Hal ini dimungkinkan karena dampak COVID-19 dan juga dampak kenaikan cukai rokok," katanya.

Menanggapi surat Bupati Temanggung tersebut pemerintah pusat melalui Direktur Jenderal Industri Agro Kementerian Perindustrian, Abdul Rohim turun langsung ke lapangan meninjau beberapa gudang pembelian tembakau di Temanggung untuk mendorong pembelian tembakau petani.

Abdul Rohim menyampaikan ternyata memang di lapangan karena pandemi dan pihak gudang menerapkan protokol kesehatan maka truk masuk gudang harus diatur, dijadwal sehingga sedikit lambat dalam penyerapan.

"Mungkin membeli dengan jumlah yang sama tetapi karena cuaca juga tidak bagus sehingga kualitas turun. Hal ini yang penting saling pengertian antara industri dengan petani, mungkin kualitas rendah tetapi tetap membeli dengan harga yang pantas, sehingga petani tidak dirugikan," katanya.

Ia menuturkan kalau petani rugi, tahun depan dikhawatirkan tidak mau menanam tembakau lagi dan risikonya juga kembali ke industri, karena kalau tidak menanam, industri tidak akan memperoleh bahan baku.

"Padahal berjalannya industri itu pasti perlu dukungan bahan baku, maka kami ke sini menjembatani bagaimana pabrik rokok tetap membeli tembakau petani walaupun saat ini lagi pandemi," katanya.

Ia menyampaikan pada triwulan dua tahun ini industri pengolahan rokok menurun 10 persen, karena pandemi dan mungkin juga tahun ini cukai rokok naik cukup signifikan sehingga dengan harga yang cukup tinggi dalam kondisi pandemi ini penjualan rokok juga menurun.

Di masa pandemi COVID-19, yang penting pabrik rokok tetap menerima tembakau petani, namun petani tetap harus menjaga kualitas dengan tidak mencampur tembakau asli Temanggung dengan tembakau dari daerah lain, karena dapat merusak kualitas.

"Kami akan berkoordinasi dengan pabrik rokok pusat, karena gudang perwakilan di Temanggung ini hanya pelaksana saja, yang memutuskan kebijakan pengambilan tembakau di lapangan ini adalah pabrik rokok yang di pusat Gudang Garam di Kediri dan Djarum di Kudus," katanya.

Ia menyampaikan pihaknya akan berkoordinasi sehingga petani dengan industri tetap saling menguntungkan. Industri rokok tetap membeli tembakau petani dengan harga yang pantas sehingga petani masih semangat lagi untuk menanam pada tahun depan.

"Kita akan mendorong, karena saat ini pandemi mungkin ekonomi menurun, supaya hal ini juga membantu petani kalau bisa tetap diupayakan membeli dengan harga yang pantas karena kualitasnya juga turun karena iklim, harganya mungkin tidak seperti biasanya yang kualitasnya lebih bagus. Nanti yang penting saling komunikasi antara pembeli sama petaninya, supaya tidak ada yang dirugikan," katanya.

Ia menyampaikan prinsip dari kementerian perindustrian bagaimana industri ini bisa berjalan dengan baik, kalau kondisi mungkin cukai naik cukup signifikan akhirnya industri rokok turun makanya perlu diperhitungkan lagi karena keputusan cukai ada di Kementerian Keuangan.

Petani menunggu realisasi upaya pemerintah mendorong industri rokok membeli semua hasil panen tembakau tahun ini dengan harga yang pantas dan tidak merugikan petani. 
Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020