Kementerian PUPR selesaikan pembangunan rusun santri di Bima NTB

Kementerian PUPR selesaikan pembangunan rusun santri di Bima NTB

Peresmian Pondok Pesantren Al Madinah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB). ANTARA/HO-Tim Komunikasi Publik Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Nusa Tenggara I

Jakarta (ANTARA) - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menyelesaikan pembangunan rumah susun (rusun) di Pondok Pesantren Al Madinah di Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB).

"Kami siap membantu peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi muda termasuk para santri yang sedang menuntut ilmu di Pondok Pesantren, salah satunya dengan menyediakan Rusun sebagai asrama bagi santri yang mondok dengan fasilitas yang memadai," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementerian PUPR Khalawi Abdul Hamid dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Sabtu.

Menurut Khalawi Abdul Hamid, pembangunan Rusun untuk para santri telah dilaksanakan Kementerian PUPR sejak lama.

Untuk itu, ia juga mengutarakan harapannya agar rusun yang telah dibangun dapat dikelola, dijaga kebersihannya, dan dimanfaatkan segala fasilitasnya untuk meningkatkan kualitas sumber daya air manusia di lingkungan Ponpes.

Baca juga: PUPR alokasikan Rp4,11 triliun untuk bangun 9.705 unit rusun pada 2021

Khalawi menerangkan Kementerian PUPR melalui Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (BP2P) Wilayah Nusa Tenggara I telah selesai melaksanakan pembangunan Rusun di Pondok Pesantren Al-Madinah yang berada di Desa Kenanga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima.

Pembangunan Rusun tersebut merupakan bagian dari program sinergitas antara Kementerian PUPR dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) serta Kementerian/Lembaga (K/L) terkait lainnya.

Plt. Direktur Rusun Direktorat Jenderal Perumahan Kementerian PUPR, Maryoko Hadi mengatakan, Kementerian PUPR sangat bangga dan senang bisa ikut dilibatkan dalam tim sinergitas BNPT dan akan mendukung pembangunan di Provinsi NTB.

"Kami berharap Rusun ini bermanfaat bagi para santri dan mendukung pendidikan karakter di lingkungan Ponpes," kata Maryoko.

Ia menuturkan bahwa dengan tinggal di Rusun ini para santri diharapkan lebih giat belajar agar menjadi generasi muda yang unggul dan berakhlak mulia untuk bangsa dan negara.

Baca juga: Kementerian PUPR selesaikan pembangunan rusun ponpes di Poso

Kementerian PUPR melalui SNVT Penyediaan Perumahan Provinsi NTB mengalokasikan anggaran sebesar Rp2,35 miliar untuk membangun Rusun di Ponpes Al Madinah di Bima. Rusun tersebut dibangun sebanyak satu menara setinggi dua lantai dengan luas bangunan 393,6 meter persegi.

Unit hunian di Rusun tersebut dibangun dengan tipe barak sebanyak empat barak dan dapat menampung sekitar 56 santri.

Guna menambah kenyamanan para santri selama tinggal di Rusun tersebut, Kementerian PUPR telah melengkapi Rusun tersebut dengan berbagai fasilitas seperti tempat tidur susun sebanyak tujuh buah per barak, kamar mandi sebanyak empat buah di setiap lantai, tempat wudhu dan tandon air kapasitas 5.500 liter, instalasi listrik, lemari pakaian dan Prasana Sarana dan Utilitas (PSU).

Sementara itu, Pengurus Ponpes Al-Madinah Ustad Bunyamin mengungkapkan, pihaknya mengucapkan terimakasih karena telah dibantu oleh Kementerian PUPR untuk mewujudkan hunian yang nyaman bagi para santri. Menurutnya, Rusunawa itu akan dikelola dengan baik agar para santri bisa lebih semangat dalam belajar.

Baca juga: Kementerian PUPR bangun rusun pondok pesantren di Riau
Pewarta : M Razi Rahman
Editor: Rolex Malaha
COPYRIGHT © ANTARA 2020