Kemarin, Dinkes DKI hingga tingggi muka air akibat hujan

Kemarin, Dinkes DKI hingga tingggi muka air akibat hujan

Petugas Satpol PP menutup restoran yang menyediakan layanan makan di tempat saat razia PSBB Jakarta di kawasan Sunter Agung, Jakarta, Kamis (24/9/2020). Polri mencatat hingga 22 September 2019, tim gabungan operasi yustisi telah melaksanakan penindakan dengan sanksi denda administrasi sebanyak 14.206 kali dengan nilai denda mencapai Rp1,055 miliar. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nz

Jakarta (ANTARA) - Berbagai peristiwa di Jakarta dan sekitarnya dimonitor, direkam kemudian disiarkan oleh tim redaksi Metropolitan Kantor Berita Antara pada Sabtu (26/9), namun masih layak dibaca untuk mengisi waktu akhir pekan di hari Ahad ini.

Mulai dari Dinkes DKI yang menjelaskan pelarangan makan di tempat dan juga tinggi muka air di beberapa pos pantau.

Berikut rangkuman informasi di Jakarta yang disiarkan Antara pada Sabtu (26/9):

1. Dinkes DKI: Alasan pelarangan makan di tempat adalah penggunaan masker

Jakarta (ANTARA) - Dinas Kesehatan DKI Jakarta menyebut alasan pelarangan makan di tempat pada restoran atau kafe selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Jakarta seperti dalam Pergub Nomor 88 Tahun 2020, adalah penggunaan masker.

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti mengatakan alasan tersebut karena saat orang makan akan melepas masker yang berpotensi menyebabkan penularan COVID-19.

Baca berita selengkapnya di sini.

2. Dinsos DKI tetapkan kriteria warga tak layak daftar DTKS

Jakarta (ANTARA) - Dinas Sosial (Dinsos) DKI Jakarta menetapkan variabel khas daerah berupa daftar kriteria perorangan ataupun rumah tangga yang tidak layak untuk diusulkan masuk ke dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS).

Kepala Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta Irmansyah menuturkan, disusunnya daftar tersebut, adalah salah satu langkah awal yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dalam tahapan pengelolaan DTKS yang tahun 2020 hanya dilakukan satu kali.

Baca berita selengkapnya di sini.

3. Pemprov DKI siapkan sistem pengelolaan limbah domestik terpusat

Jakarta (ANTARA) - Pemprov DKI Jakarta menyiapkan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) skala perkotaan dan permukiman di Ibu Kota yang terdiri dari pembangunan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan jaringan perpipaan.

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan keberadaan IPAL ini nantinya dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan akses pelayanan air limbah, perbaikan kualitas lingkungan pada air permukaan dan air tanah, serta menjadi sumber alternatif air baku sebagai sumber air bersih di lingkungan masyarakat.

Lihat berita selengkapnya di sini.

4. Kisah mantan pembalap tempuh 1.100 km finis di Jakarta Veledrome

Jakarta (ANTARA) - Mantan pesepeda nasional Tarwi (79) mampu "menggenjot" sepeda dari Surabaya hingga finis di Jakarta International Veledrome pada Sabtu, dengan menempuh jarak 1.100 kilometer.

Abah Tarwi biasa pria itu disapa, menggowes sepeda bersama 15 orang rombongan dengan bertolak dari Surabaya pada Kamis (17/9) menuju Jakarta dengan bertemakan "Tour De Java".

Baca berita selengkapnya di sini.

5. PSBB dinilai berhasil tekan pertambahan kasus COVID-19 di Jakarta

Jakarta (ANTARA) - Kebijakan menarik "rem darurat" dan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) secara ketat untuk kedua kalinya sejak 14 September 2020 dinilai berhasil menekan pertambahan kasus COVID-19 di DKI Jakarta.

"Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus bekerja bersama memutus rantai penularan," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Beri selengkapnya di sini.

6. HIPPI DKI Jakarta pahami perpanjangan PSBB

Jakarta (ANTARA) - Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) DKI Jakarta memahami keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperpanjang PSBB hingga 11 Oktober 2020,

Ketua DPD HIPPI DKI Jakarta Sarman Simanjorang dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu menyatakan, pengusaha tidak punya pilihan dan harus mendukung kebijakan itu.

Baca berita selengkapnya di sini.

7. Tinggi muka air di DKI Jakarta masih aman namun harus tetap waspada

Jakarta (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta menyebutkan bahwa tinggi muka air di pos pantau aliran sungai dari kawasan Bogor ke Jakarta masih aman, namun masyarakat harus tetap waspada.

"Saat ini, tinggi muka air masih aman, yang perlu diantisipasi adalah apabila cuaca hujan dengan intensitas berat adalah masyarakat yang berada di sekitar aliran Sungai Ciliwung," kata Kepala Pusat Data dan Informasi BPBD DKI Jakarta Mohammad Insyaf di Jakarta, Sabtu.

Baca berita selengkapnya di sini.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020