Turnamen Asia mundur, Indonesia Masters 2021 terancam batal

Turnamen Asia mundur, Indonesia Masters 2021 terancam batal

Ilustrasi - Sejumlah pebulutangkis dari berbagai negara berlatih sekaligus mencoba lapangan pertandingan jelang turnamen bulutangkis Daihatsu Indonesia Masters 2020 di Istora Senayan, Jakarta, Senin (13/1/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/ama.

Jakarta (ANTARA) - Sekretaris Jenderal PBSI Achmad Budiharto mengungkapkan bahwa turnamen Indonesia Masters 2021 yang menjadi agenda setiap awal tahun terancam batal digelar menyusul mundurnya turnamen seri Asia hingga Januari 2021.

Jika mengacu pada skema turnamen beruntun di satu negara yang diterapkan BWF pada turnamen seri Eropa dan seri Asia, kemungkinan besar Indonesia Masters yang merupakan BWF World Tour Super 500 itu tidak bisa dilangsungkan sesuai jadwal atau batal.

“Kebijakan BWF sekarang mengusahakan satu turnamen back to back di satu negara. Artinya, kalau turnamen seri Asia di Thailand digelar Januari 2021, maka perkiraan saya Indonesia Masters tidak ada,” ujar Budiharto dalam keterangan tertulisnya.

“Mungkin saja akan digabung dengan Indonesia Open, supaya sekali jalan," katanya.

Baca juga: PBSI sebut Indonesia kemungkinan mulai turun di turnamen seri Asia

Sebelum diputuskan ditunda, BWF World Tour seri Asia semestinya digelar di Thailand pada November. Para atlet Indonesia bahkan sudah siap mulai turun bertanding lagi di kejuaraan internasional pertama sejak Maret lalu pandemi menghentikan seluruh agenda turnamen bulu tangkis.

Ketiga turnamen yang bakal digelar di Asia, yakni Asia Open I dan Asia Open II yang merupakan BWF World Tour Super 1000, serta BWF World Finals 2020.

Namun BWF dan Asosiasi Bulu tangkis Thailand mengaku perlu persiapan lebih untuk bisa benar-benar menggelar sebuah turnamen di tengah pandemi COVID-19 yang masih berlangsung.

Baca juga: PBSI sayangkan pembatalan empat turnamen oleh BWF

Pemerintah Thailand juga masih perlu mempersiapkan turnamen dengan protokol COVID-19 serta pola gelembung yang komprehensif.

PBSI pun menyayangkan keputusan tersebut. Penundaan tersebut menurutnya, tidak hanya akan mempengaruhi turnamen lainnya yang akan digelar di waktu yang sama, tetapi juga membuat para atlet harus absen lebih lama untuk bisa kembali bertanding.

“Sebetulnya kami sangat menyayangkan keputusan ini, artinya setelah All England, tidak ada turnamen sama sekali untuk pemain Indonesia karena kami tidak ikut Denmark Open. Namun, kami menghargai dan menghormati keputusan BWF,” ujarnya.

Baca juga: Legenda Bulu tangkis Indonesia Pinang Moeldoko Jadi Ketum PBSI
Baca juga: Taufik Hidayat minta ketum baru PBSI fokus pembinaan daerah

 

 

 

 

 

Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020