MPR: Kerja sama "belt and road" Indonesia-Cina harus setara-hargai

MPR: Kerja sama

Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah. (ANTARA/HO-Dok Humas MPR RI)

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengatakan kerangka kerja sama "Belt and Road Inisitive" (BRI) antara pemerintah Indonesia dan China harus menjunjung tinggi prinsip saling menghargai dan kesetaraan.

"Saya mendorong agar kerja sama dalam kerangka BRI ini dapat diimplementasikan dalam berbagai bidang yang lebih luas. Indonesia mengadopsi prinsip ini dengan senantiasa berpegang teguh pada prinsip Trisakti Bung Karno, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi dan berkepribadian dalam budaya," kata Basarah di Jakarta.

Hal itu disampaikan Basarah dalam webinar bersama antar-partai politik Indonesia dan Tiongkok yang bertema "Bersama Membangun Belt and Road, Bersama Mendorong Perkembangan Ekonomi dan Kehidupan Rakyat", Senin.

Basarah mengusulkan beberapa bidang kerja sama yang dapat di-elaborasi lebih lanjut antara lain pendidikan vokasi dan keterampilan khusus; beasiswa kader Partai; peningkatan kualitas kesehatan pedesaan; pertukaran dan kunjungan kader partai; tranformasi digital menuju era industri 4.0; kerja sama bisnis usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Dia mengatakan, pemerintah Indonesia hingga kini telah banyak memanfaatkan kerangka Kerja sama BRI bahkan menurut Wakil Gubernur Zhejiang, Feng Fei, cukup banyak perusahaan dari Provinsi Zhejiang yang berinvestasi di Indonesia antara lain Alibaba dan Qingshan.

Baca juga: Basarah: Melawan ideologi transnasional harus dengan kerja konkret

"Kerangka BRI akan menghasilkan dampak yang menguntungkan kedua belah pihak, memberikan kontribusi bagi kesejahteraan rakyat dan kemakmuran kawasan. Tidak hanya ekonomi, kerja sama ini akan meningkatkan pertukaran sosial, diplomasi, budaya dan saling kesepahaman," ujarnya.

Dia menilai Pola Bangun Bersama, Diskusi Bersama, Nikmati Bersama, harus menjadi pegangan bagi para pihak yang terlibat dan diharapkan agar apa yang di diskusikan partai-partai politik hari ini tidak hanya berhenti di atas kertas kerja belaka.

Namun, menurut dia harus dapat segera diimplementasikan bersama karena kerja sama partai politik ini harus membawa manfaat nyata bagi pemerintah, partai politik, dan masyarakat kedua negara.

Dalam webinar tersebut, Basarah yang juga menjabat sebagai Ketua DPP PDI Perjuangan bidang Luar Negeri didampingi oleh Direktur Hubungan Luar Negeri DPP PDI Perjuangan, Hanjaya Setiawan.

Selain itu juga dihadiri antara lain Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto didampingi oleh Dave Laksono, dan Ketua Bidang Luar Negeri Partai Gerindra Irawan Ronodipuro.

Dari pihak Tiongkok hadir Menteri Luar Negeri IDCPC Song Tao, Dubes Tiongkok untuk Indonesia Xiao Qian, Wakil Gubernur Zhejiang Feng Fei, dan ahli dari NDRC.

Pewarta : Imam Budilaksono
Editor: Chandra Hamdani Noor
COPYRIGHT © ANTARA 2020