Pilkada Surabaya, Legislator soroti turnamen sepak bola Armuji Cup

Pilkada Surabaya, Legislator soroti turnamen sepak bola Armuji Cup

Anggota Komisi D DPRD Surabaya Juliana Eva Wati (FOTO ANTARA/HO-Media Center Machfud-Mujiaman)

Surabaya (ANTARA) - Anggota Komisi D DPRD Surabaya Juliana Eva Wati menyoroti turnamen sepak bola Armuji Cup yang digelar oleh Calon Wakil Wali (Cawawali) Kota Surabaya Armuji yang dinilainya nekat meski di tengah pandemi COVID-19 dan tidak mengantongi rekomendasi dari Asosiasi PSSI Kota Surabaya (Askot).

Ia menyayangkan Pemkot Surabaya melakukan pembiaran terhadap Cawawali Armuji yang menggelar turnamen sepak bola bertajuk Armuji Cup di Lapangan Persada, Lidah Kulon, Surabaya sejak Jumat (25/9) yang juga menghadirkan banyak penonton .

"Saya menyayangkan hal ini. Ini memperlihatkan Pemkot Surabaya tebang pilih dalam menegakkan aturan saat pandemi COVID-19," katanya di Surabaya, Senin.

Apalagi, lanjut dia, sebelumnya Pemkot Surabaya secara resmi menolak permohonan digelarnya lanjutan kompetisi basket nasional IBL di Surabaya akibat pandemi COVID-19. Meski IBL menyiapkan lanjutan kompetisi tanpa penonton sesuai dengan protokol kesehatan.

Padahal, kata dia, kalau IBL jadi digelar di Surabaya, salah satu tim basket asal Surabaya Louvre bisa lebih diuntungkan sebab mereka bertanding di kandang sendiri. Louvre sendiri lolos ke babak semifinal.

Baca juga: Dua peserta Pilkada Surabaya unjuk kebolehan dalam deklarasi damai
Baca juga: Eri-Armuji dapat sorotan tak hadiri deklarasi damai Pilkada Surabaya
Baca juga: Pilkada Surabaya, Eri Cahyadi tanggapi makna dari nomor urut 1


"Kalau IBL yang tanpa penonton dan sudah mendapatkan rekomendasi dari Gugus Tugas ditolak dengan dasar Perwali (Peraturan Wali Kota Surabaya), kok turnamen sepak bola yang seperti itu dibiarkan?" katanya.

Jeje sapaan akrab Juliana Eva Wati berharap Pemkot dan Polisi obyektif menerapkan aturan yang sudah dibuat. Apalagi penyelenggara turnamen sepak bola yang dibiarkan itu merupakan salah satu kontestan pilkada.

"Ini jadi contoh buruk di masyarakat. Pemkot yang harusnya mengedepankan kepentingan kesehatan masyarakat, kok malah membiarkan adanya kegiatan yang berpotensi menjadi penularan virus?" katanya.

Sementara itu, Pilkada Surabaya 2020 diikuti pasangan Eri Cahyadi-Armuji dan Machfud Arifin-Mujiaman.

Eri Cahyadi-Armuji merupakan paslon dengan nomor urut 1 yang diusung oleh PDI Perjuangan dan didukung oleh PSI. Selain itu mereka juga mendapatkan tambahan kekuatan dari enam partai politik non parlemen, yakni Partai Bulan Bintang (PBB), Partai Hanura, Partai Berkarya, PKPI, dan Partai Garuda.

Sedangkan pasangan Machfud Arifin-Mujiaman dengan nomor urut 2 diusung koalisi delapan partai yakni PKB, PPP, PAN, Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat dan Partai Nasdem serta didukung partai non-parlemen yakni Partai Perindo.
 
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020