PMI Jakarta Barat gencar disinfeksi di Kelurahan Cengkareng Timur

PMI Jakarta Barat gencar disinfeksi di Kelurahan Cengkareng Timur

Petugas Palang Merah Indonesia Jakarta Barat menyemprotkan disinfektan ke pemukiman padat penduduk di Kelurahan Cengkareng Timur Jakarta Barat, Senin (28/9/2020). (ANTARA/HO-Suku Dinas Kominfotik Jakarta Barat)

Jakarta (ANTARA) - Palang Merah Indonesia (PMI) Jakarta Barat gencar melakukan disinfeksi massal, terutama pada wilayah kasus tertinggi Covid-19 di Jakarta Barat yakni Kelurahan Cengkareng Timur, Jakarta Barat.

"Kami menyiapkan sekitar 2500 liter cairan disinfektan, sekaligus petugas penyemprotan lengkap dengan alat pelindung diri (APD)," kata Ketua PMI Jakarta Barat Baharuddin di Jakarta, Senin.

Dikatakan, pada kegiatan itu, PMI Jakarta Barat juga mengerahkan sejumlah armada semprot, yakni dua unit mobil semprot, dua unit becak motor (bentor), serta 10 alat semprot keliling.

Penyemprotan disinfektan di Kelurahan Cengkareng Timur dilakukan sejak pagi hari.

PMI Jakarta Barat mengerahkan sarana dan prasarananya untuk membombardir wilayah dengan kasus tertinggi COVID-19 di Jakarta Barat itu.

"Kegiatan ini menjadi komitmen PMI Jakarta Barat dalam membantu pemerintah menangani pandemi COVID-19. Penyemprotan disinfeksi dilakukan pada 56 wilayah kelurahan," ujar Baharuddin.

Dalam kesempatan yang sama, Camat Cengkareng Ahmad Faqih memberikan apresiasi kepada PMI Jakarta Barat dalam membantu penanganan pandemi COVID-19 di wilayah Kelurahan Cengkareng Timur.

"Kami memberikan penghargaan setinggi-tingginya kepada PMI yang peka dalam menangani pandemi COVID-19. Setidaknya kegiatan ini dapat memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di wilayah Kelurahan Cengkareng Timur," ujar dia.

Camat Cengkareng kembali mengingatkan kepada masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan 3M yakni Mencuci tangan dengan sabun, Memakai masker dan Menjaga jarak serta hindari kerumunan.

"Jangan lupa minum vitamin. Saran saya, perbanyak kumur-kumur air garam sehingga dapat menggerus virus corona dalam tubuh dan tidak masuk dalam paru-paru," kata dia.

Sebelumnya, Lurah Cengkareng Timur Arsih Muhur menyebut klaster keluarga menjadi pemicu aktif tingginya kasus positif COVID-19 di wilayahnya.

Dia menyebut klaster keluarga terjadi saat salah satu anggota keluarga terkena virus korona dari perkantoran, pasar, atau lokasi keramaian lainnya.

Dari sana, anggota keluarga menularkan COVID-19 kepada anggota keluarga lainnya yang tidak menggunakan masker di dalam rumah.

Kelurahan Cengkareng Timur juga merupakan wilayah padat pemukiman penduduk.

Baca juga: PMI gunakan 1.500 liter disinfektan di Kantor Wali Kota Jakarta Barat
Baca juga: PMI Jakarta Barat kerahkan truk kapasitas 2.400 liter untuk disinfeksi
Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Edy Sujatmiko
COPYRIGHT © ANTARA 2020