Danau Sentarum meluap, desa di perbatasan RI-Malaysia terendam banjir

Danau Sentarum meluap, desa di perbatasan RI-Malaysia terendam banjir

Dokumentasi - Longsor yang terjadi di Puncak Genting Lanjak menutupi ruas jalan menuju Danau Sentarum, perbatasan Indonesia - Malaysia, Kecamatan Batang Lupar, Kapubaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat beberapa waktu lalu. ANTARA/Handout/aa. (istimewa)

Putussibau, Kapuas Hulu (ANTARA) -
Saat ini sejumlah desa di daerah perbatasan Republik Indonesia (RI) - Malaysia, yakni kawasan Taman Nasional Danau Sentarum (TNDS), Kecamatan Batang Lupar, Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat dilanda banjir yang disebabkan meluapnya Danau Sentarum di daerah tersebut.
 
"Berdasarkan laporan yang kami terima, Desa Sepandan dan Lanjak Deras saat ini terendam banjir dengan kedalaman air rata-rata dua hingga tiga meter," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu, Gunawan saat dihubungi ANTARA, di Putussibau, Ibu Kota Kabupaten Kapuas Hulu, Senin malam.
 
Ia menjelaskan bahwa banjir terjadi sejak Jumat (26/9) dan berlangsung hingga saat ini. Untuk Desa Sepandan rumah terdampak banjir sebanyak 107 unit, yang terendam sebanyak 11 rumah dengan ketinggian air rata - rata dua hingga tiga meter.
 
Sedangkan di Desa Lanjak Deras, rumah terdampak banjir sebanyak 121 rumah, rumah yang terendam sembilan rumah dengan ketinggian air rata - rata dua hingga dua setengah meter.
 
" Kami minta pihak desa dan kecamatan segera melaporkan setiap perkembangan banjir dan kami imbau masyarakat selalu waspada bencana dengan mengutamakan keselamatan," kata Gunawan.
 
Sementara itu, Camat Batang Lupar, Ilham mengatakan saat ini banjir masih merendam sejumlah titik di Batang Lupar, terutama daerah pesisir kawasan Danau Sentarum.
 
" Kondisi air masih naik, karena curah hujan cukup tinggi beberapa hari terakhir, Danau Sentarum meluap karena kondisi sungai Kapuas pun saat ini masih banjir sehingga sejumlah daerah di kawasan Danau Sentarum terendam banjir," kata Ilham.
 
Ia mengatakan sampai saat ini belum ada masyarakat yang mengungsi, dan bila ondisi semakin meluas pihaknya akan menyiapkan gedung olahraga sebagai posko penampungan pengungsian warga korban banjir.
 
" Sementara belum ada yang mengungsi, kalau pun ada yang mengungsi nanti, kita siapkan gedung olahraga dan rumah adat bersatu untuk tempat pengungsian dan untuk perkembangan banjir akan kami sampaikan kembali," demikian Ilham.

Baca juga: Kecelakaan di Danau Sentarum dialami sekeluarga penumpang "speed boat"

Baca juga: Orangutan Danau Sentarum Tinggal 500

Baca juga: Ratusan hektar kawasan Taman Nasional Danau Sentarum terbakar
Pewarta : Teofilusianto Timotius
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020