Evaluasi 9 provinsi prioritas, jumlah kasus aktif COVID-19 meningkat

Evaluasi 9 provinsi prioritas, jumlah kasus aktif COVID-19 meningkat

Tangkapan layar - Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito, dalam jumpa pers di Kantor Presiden, Kamis (24/9/2020). ANTARA/Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden/pri. (ANTARA/Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden)

Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menyampaikan dalam dua pekan penanganan COVID-19 di 9 provinsi prioritas ditambah Banten menunjukkan jumlah kasus aktif COVID-19 secara nasional di Indonesia masih terus meningkat.

"Sejak ditunjuknya Menko Marves dan Ketua Satgas Penanganan COVID-19 untuk menangani COVID-19 di provinsi prioritas, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan, Papua, Bali ditambah Banten, evaluasinya jumlah kasus aktif secara nasional di Indonesia terus mengalami peningkatan," kata Juru Bicara Satgas Penanganan COVID-19 Wiku Adisasmito dalam konferensi pers virtual di Kantor Presiden Jakarta, Kamis.

Baca juga: Wiku ungkap pertimbangan Presiden pilih 9 provinsi prioritas COVID-19

Pada rapat terbatas (ratas) 15 September 2020, Presiden Joko Widodo memerintahkan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan yang juga Wakil Ketua Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional untuk menangani penyebaran COVID-19 di 9 provinsi.

Target yang diharapkan adalah penurunan penambahan kasus harian. Selain itu, peningkatan angka kesembuhan dan menurunkan angka kematian.

Sedangkan pada hari ini terdapat 291.182 kasus terkonfirmasi positif COVID-19 dengan 61.839 kasus aktif. Penambahan kasus positif sebanyak 4.174 sedangkan jumlah yang sembuh adalah 218.487 sedangkan yang meninggal 10.856 orang.

"Seiring dengan terjadinya peningkatan di 9 provinsi prioritas termasuk Banten, namun jika dilihat persentase kontribusi 10 provinsi prioritas terhadap jumlah kasus nasional cenderung mengalami penurunan," tambah Wiku.

Pada 13 September 2020, persentase kasus aktif di 10 provinsi tersebut menyumbang 71,8 persen dari kasus aktif nasional, kemudian pada 20 September 2020 persentase menurun menjadi 70,4 persen, selanjutnya pada 27 September 2020 mencapai 67,6 persen.

"Ini adalah kabar baik dan perlu untuk terus ditekan, sehingga kasus aktif di 10 provinsi prioritas ini semakin menurun," tambah Wiku.

Baca juga: Presiden minta Komite COVID-19 beri perhatian prioritas 8 provinsi

Baca juga: Satgas COVID-19: Prioritas penanganan di delapan provinsi


Jika dilihat dari kasus sembuh, terjadi peningkatan, baik di tingkat nasional maupun di 10 provinsi prioritas, namun kontribusi kesembuhan di 10 provinsi prioritas ini terhadap kesembuhan nasional mengalami penurunan.

Pada 13 September sebesar 80,15 persen dari kasus kesembuhan nasional, pada 20 September menjadi 79,65 persen, dan terakhir pada 27 September menjadi 79,35 persen.

"Angka kesembuhan ini harus selalu ditingkatkan, baik di 10 provinsi prioritas ini maupun di tingkat nasional, karena kalau kita meningkatkan di 10 provinsi prioritas ini, angka nasionalnya juga akan meningkat secara signifikan," kata Wiku.

Sementara untuk kasus meninggal juga ada peningkatan, baik di tingkat nasional maupun di 10 provinsi prioritas ini.

Persentase kontribusi kasus meninggal pada 10 provinsi prioritas cenderung meningkat, yaitu pada 13 September sebesar 77,6 persen, pada 20 September 2020, meningkat menjadi 80,47 persen dan pada 27 September sedikit menurun menjadi 80,18 persen.

"Angka kematian ini harus selalu ditekan, baik di 10 provinsi prioritas ini maupun daerah lainnya," kata Wiku.

Namun, bila dilihat di masing-masing provinsi, secara umum persentase kasus aktif mengalami penurunan di 10 provinsi prioritas, kecuali Sulawesi Selatan dan Papua. Sulawesi Selatan, bahkan sempat mengalami peningkatan persentase kasus aktif pada 20 September dari 20,77 persen menjadi 23,9 persen.

Sedangkan Papua mengalami peningkatan yang cukup signifikan, yaitu dari 22,7 persen pada 13 September menjadi 35,7 persen pada 27 September.

"Hal ini perlu menjadi perhatian bagi pemda di Sulsel dan Papua untuk terus menekan penularan, sehingga dapat menekan jumlah kasus aktifnya," ungkap Wiku.

Untuk kasus sembuh juga cenderung mengalami peningkatan di 10 provinsi prioritas, namun dua provinsi yang mengalami penurunan kesembuhan kembali terjadi Sulsel dan Papua.

Sulsel mengalami penurunan tingkat kesembuhan dari 76,37 persen pada 13 September menjadi 74,06 persen pada 27 September. Sedangkan Papua mengalami penurunan kesembuhan dari 76,01 persen menjadi 62,8 persen.

"Kami mohon agar pemerintah daerah di Sulsel dan Papua untuk terus berupaya meningkatkan kesehatan dan penanganan pasien di RS untuk dapat meningkatkan angka kesembuhan ini," tambah Wiku.

Baca juga: Satgas COVID-19 : Tidak ada orang yang kebal corona

Baca juga: Satgas: Waspadai klaster COVID-19 dari lokasi pengungsian bencana


Sedangkan untuk tingkat kematian cenderung stagnan, bahkan terjadi peningkatan di sejumlah provinsi prioritas, yaitu di Jawa Timur, Sumatera Utara, Papua, Bali, dan Banten,  sedangkan di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan Selatan, dan Sulawesi Selatan mengalami penurunan.

"Kami mohon kepada 10 provinsi prioritas ini dan seluruh provinsi di Indonesia untuk terus menekan angka kematian dengan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, penanganan kasus, terutama pada gejala sedang dan berat, sehingga angka kematian dapat ditekan menjadi tidak ada penambahan angka sama sekali," kata Wiku.
Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020