Pantau pemulihan ekonomi di masa AKB COVID-19, Kasad kunjungi Bromo

Pantau pemulihan ekonomi di masa AKB COVID-19, Kasad kunjungi Bromo

Suasana Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru yang mulai dibuka kembali untuk wisatawan di Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (5/9/2020). Aktivitas wisata di Gunung Bromo sudah dibuka dengan memperhatikan protokol kesehatan yaitu pembatasan pengunjung sebanyak 20 persen dari total kapasitas daya tampung atau 739 orang per hari. ANTARA FOTO/Umarul Faruq/pras.

Jakarta (ANTARA) -
Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Andika Perkasa bersama Hetty Andika Perkasa dan rombongan melakukan wisata ke Kawasan Gunung Bromo melalui jalur Probolinggo untuk memantau pemulihan ekonomi saat adaptasi kebiasaan baru (AKB) COVID-19.
 
"Saya ingin mengetahui kondisi di lapangan, penanganan COVID-nya, bagaimana tapi juga pemulihan ekonominya," kata Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa dalam rilisnya yang diterima di Jakarta, Kamis.
 
Dalam kunjungan kerja ke Provinsi Jawa Timur, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa bersama lbu Hetty Andika Perkasa dan rombongan melakukan wisata ke Kawasan Gunung Bromo melalui jalur Probolinggo. Kasad dan rombongan transit di salah satu penginapan sebelum turun ke kawah Gunung Bromo.
 
Menghadapi masa pandemi COVID-19 banyak tempat wisata yang ditutup sementara untuk mencegah terjadinya penularan virus di tempat keramaian. Salah satu destinasi wisata yang juga terdampak yakni Kawasan Wisata Gunung Bromo yang masuk dalam Taman Nasional Bromo Tengger.
"Jadi sekarang kita sudah ada turis ini meskipun lokal. Kita berharap semua lah bisa, memperbaiki ekonominya maupun COVID-19 nya," kata kasad merujuk rombongan kasad yang berkunjung ke Gunung Bromo sebagai turis demi upaya menstimulus pariwisata kembali tumbuh.
 
Perjalanan menuju kawasan lautan pasir, Kasad menggunakan kendaraan hartop.

Aci, salah satu pengemudi hartop mengatakan selama pandemi COVID-19, wisata Gunung Bromo ditutup bagi para wisatawan sehingga ia tidak bekerja.
 
Ia hanya mencari rumput karena wisata ditutup, pekerjaan mencari rumput itu tidak dapat dijadikan pengganti mata pencaharian, sehingga tidak menghasilkan pendapatan.
 
Sedangkan pengemudi lainnya, yakni Paidi mengaku beralih pekerjaan sebagai pekerja bangunan atau kuli bangunan, namun juga tidak setiap saat mendapat pekerjaan tersebut. Bahkan beberapa perhiasan yang dimiliki istrinya habis untuk biaya makan.
 
Setelah era adaptasi kebiasaan baru, wisata Gunung Bromo mulai dibuka untuk para wisatawan dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.
 
Para pengemudi pun mengaku senang karena tempat wisata sudah dibuka dan berharap pandemi segera berakhir agar keadaan kembali normal.
 
"Selama pandemi tidak ada wisatawan yang datang, takut COVID-19, padahal sudah disiplin mobilnya ada sekat-sekat plastiknya, jadi mengikuti protokol kesehatan," kata Hetty Andika Perkasa menjelaskan protokol kesehatan yang ia lihat dalam kunjungannya.
 
Tak hanya itu, Hetty Andika Perkasa juga memberikan tanda terima kasih kepada para joki kuda dan pengemudi hartop. Kunjungan Kasad beserta rombongan dapat menjadi salah satu upaya pemulihan ekonomi dengan menghidupkan sektor pariwisata yang beberapa bulan belakangan meredup akibat pandemi COVID-19.
 
Pewarta : Boyke Ledy Watra
Editor: M Arief Iskandar
COPYRIGHT © ANTARA 2020