Kemenko Maritim kembangkan Telong Elong jadi sentra budidaya lobster

Kemenko Maritim kembangkan Telong Elong jadi sentra budidaya lobster

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, H Yusron Hadi (tengah) saat melakukan tinjau lokasi sentra budidaya lobster yang ada di Telong Elong. (ANTARA/Nur Imansyah).

Mataram (ANTARA) - Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi akan mendorong pengembangan kawasan Telong Elong di Kabupaten Lombok Timur sebagai sentra budidaya lobster nasional.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, H Yusron Hadi mengatakan, hal tersebut sudah disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marives, Safri Burhanuddin, saat melakukan tinjau lokasi sentra budidaya lobster yang ada di Telong Elong, pada akhir Agustus 2020.

"Dalam kunjungan itu, Pak Safri selaku Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marives, menyampaikan bahwa Telong Elong ini merupakan sentra budidaya yang sangat potensial. Ke depan akan direncanakan untuk penguatan sistem pengelolaan budidaya khususnya untuk komoditi lobster," kata Yusron Hadi di Mataram, Jumat.

Baca juga: Kiara: Atasi persoalan ekspor benih lobster dengan benahi regulasi

Menurut Yusron, dalam pengembangan sentra budidaya lobster di Telong Elong, Kemenko Kemaritiman dan Investasi (Marives) menekankan tiga hal yang perlu diperhatikan terkait dengan pengelolaan budidaya lobster.

Yang pertama adalah bagaimana memperbaiki sistem penangkapan benihnya. Kemudian kedua, bagaimana pemilihan pakannya agar pada saat proses pembesaran dapat menghasilkan lobster yang berkualitas. Dan yang ketiga adalah bagaimana metode pembesarannya.

"Kita diminta membuat formula yang tepat untuk mengatur kuota penjualan benih dan berapa persen yang harus dibudidayakan agar benar-benar dapat memberikan manfaat ekonomi yang maksimal bagi para pembudidaya dan masyarakat nelayan budidaya," katanya.

Yusron mengatakan, pengembangan Telong Elong sebagai sentra budidaya lobster diharapkan dapat meningkatkan animo budidaya lobster agar lebih banyak diminati.

Baca juga: 10.900 nelayan NTB kini terdaftar di KKP, jadi penangkap benih lobster

"Kemenko Marives berharap ini menjadi concern dan PR besar kita untuk menemukan metode pembesaran agar menghasilkan lobster-lobster dengan kualitas yang sangat baik. Sebab kita adalah produsen benih terbesar, seharusnya kita juga bisa menemukan metode pembesaran yang baik agar menghasilkan kualitas lobster yang baik pula, agar para pembudidaya kita bisa lebih sejahtera," jelas Yusron.

Yusron mengatakan, dalam kunjungan akhir bulan lalu selain mengunjungi Telong Elong, Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Kemenko Marives, Safri Burhanuddin dan rombongan juga melihat aktivitas penangkapan benih benih lobster (BBL) di Teluk Awang dan menyempatkan diri berbincang-bincang dengan para nelayan setempat.

Dalam kesempatan tersebut, Deputi ingin mengetahui secara dekat cara penangkapan, alat yang digunakan, maupun kemanfaatan ekonomi yang diperoleh masyarakat.

"Beliau berharap dibukanya kran penjualan BBL ini tetap memberikan manfaat ekonomi yang baik kepada masyarakat. Salah satunya dengan mendorong Telong Elong menjadi sentra budidaya lobster," katanya.

Baca juga: DPR desak izin eksportir benih lobster pelanggar aturan dicabut
Baca juga: KKP lepasliarkan 1,5 juta benih lobster di Pandeglang
Baca juga: KKP ingin NTB jadi pusat percontohan budidaya lobster Indonesia
Pewarta : Nur Imansyah
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020