Ini protokol kesehatan pada lanjutan IBL 2020

Ini protokol kesehatan pada lanjutan IBL 2020

Seorang penonton yang mengenakan masker melintas di depan baliho Indonesia Basketball League (IBL) 2020 Seri VII di GOR Bimasakti, Malang, Jawa Timur, Jumat (13/3/2020). Operator liga basket nasional memutuskan untuk membatalkan penyelenggaraan kompetisi IBL 2020 Seri VII guna meminimalisasi penyebaran virus corona di Indonesia. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto

Jakarta (ANTARA) - Operator Liga Bola Basket Indonesia (IBL) telah mempersiapkan protokol kesehatan yang ketat agar lanjutan kompetisi yang sedianya bergulir di Jakarta, 13 Oktober itu berlangsung sesempurna mungkin serta terhindar dari penularan COVID-19.

Direktur Utama IBL Junas Miradiarsyah dalam keterangan resminya di Jakarta, Sabtu, mengungkapkan jika sistem kompetisi selama pandemi bakal mengadopsi pola gelembung sehingga salah satu protokol yang diterapkan adalah pembatasan arena pertandingan menjadi dua zona.

Zona 1 diperuntukkan bagi tim, pemain, petugas lapangan, wasit, petugas meja dan semua panitia yang berhubungan langsung dengan lapangan saat pertandingan berlangsung. Sementara Zona 2 digunakan bagi mereka yang tugas dan kewajibannya tidak harus berada di lapangan.

Baca juga: PSSI dan IBL tanda tangani MoU dengan BNPB soal kelanjutan liga
Baca juga: BNPB tegaskan kompetisi olahraga harus digelar tanpa penonton

“Jalur kedua zona akan dibagi. Para pemain dan semua yang berada di zona 1 memiliki jalur khusus yang tak boleh dilewati mereka yang ditetapkan bertugas di zona 2, begitu pula sebaliknya,” ujar Junas.

“Mereka yang sejak awal ditetapkan pada zona 1 tak boleh lewati jalur dan berada pada zona 2. Inilah inti dari konsep gelembung,” tambah dia.

Sejak keluar dari hotel yang berada satu lokasi dengan arena, jalur tersebut sudah ditetapkan.

"Ada pagar pembatas dan petugas yang menjaga. Sterilisasi zona dilakukan. ID Card mereka pun akan dibedakan,” kata Junas menambahkan.

Selain zonasi, pihak penyelenggara juga telah menetapkan jika bangku cadangan pada kompetisi nanti akan menggunakan single seat dengan jarak antar kursi tidak kurang dari satu meter.

Baca juga: IBL musim depan punya wakil dari Bali dan Solo
Baca juga: IBL juga siapkan Bandung dan Yogyakarta untuk opsi lanjutan IBL 2020

Selain itu, media peliput juga bakal dibatasi dalam setiap pertandingan. Wawancara dengan pemain seusai pertandingan akan dilakukan secara virtual. Para jurnalis berada di ruang pers dengan jumlah wartawan tidak lebih dari sepuluh orang, sementara pemain atau pelatih yang diwawancarai berada di ruang terpisah.

Sebagai antisipasi terjadinya penularan COVID-19 di gelembung, IBL juga bekerjasama dengan mitranya, Royal Progress Hospital menyiapkan sebuah klinik yang siaga selama 24 jam sepanjang gelembung Kompetisi IBL Pertamax 2020 di Mahaka Square Arena Jakarta, 13-27 Oktober mendatang.

“Klinik itu siap melayani peserta gelembung yang mempunyai keluhan kesehatan, sehingga mereka tidak perlu keluar dari lokasi,” tutur Junas.

Selain klinik 24 jam, IBL juga akan menyediakan sebuah mobil ambulan dari RS Pertamedika yang juga menjadi mitra dalam pelaksanaan tes swab atau Polymerase Chain Reaction (PCR) bagi semua peserta gelembung.

“Kami ingin dan yakin dengan hasil terbaik, tanpa ada peserta yang terkena COVID-19, namun antisipasi dan tindakan pencegahan tetap harus dilakukan,” tegas Junas.

IBL, kata Junas, akan terus menyuarakan dan bersikap tegas pada pedoman dan protokol kesehatan yang sudah disusun dan direkomendasi oleh BNPB dan Dinas Kesehatan.

Baca juga: BNPB siap fasilitasi tes swab Liga 1 dan IBL
Baca juga: Pacific Caesar datangkan Aries dan Moses sebagai pelatih baru

Pewarta : Shofi Ayudiana
Editor: Bayu Kuncahyo
COPYRIGHT © ANTARA 2020