Dinkes : tiga klaster penularan COVID-19 di Mukomuko

Dinkes : tiga klaster penularan COVID-19 di Mukomuko

Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu.(FOTO ANTARA/dok)

Mukomuko (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko, Provinsi Bengkulu, menyebutkan ada tiga klaster penularan COVID-19 di daerah ini setelah terdapat satu klaster baru di PT Agro Muko Tanah Rekah Estate (TRE), perusahaan perkebunan kelapa sawit di daerah ini.

“Terjadi penambahan jumlah kasus COVID-19 di daerah ini yakni sebanyak delapan kasus yang tercatat sebagai klaster baru di PT Agro Muko TRE,” kata Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Mukomuko Bustam Bustomo di Mukomuko, Sabtu.

Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemerintah Kabupaten Mukomuko sebelumnya menyebutkan sebanyak dua klaster penularan COVID-19 di daerah ini yakni klaster Pondok Suguh dan klaster perkantoran di Bank Bengkulu.

Ia menjelaskan, dari sebanyak delapan orang yang tercatat sebagai klaster baru di PT Agro Muko TRE, tiga orang di antaranya berdomisili di PT Agro Muko TRE dan lima orang kerabat dari kasus nomor delapan yang berdomisili di Kota Bengkulu.

Ia mengatakan, bahwa kasus nomor delapan merupakan laki-laki berinisial Eih umur 47 tahun dan bekerja sebagai karyawan PT Agri Muko. Kasus nomor delapan ini meninggal di Bengkulu.

Kasus nomor delapan yang meninggal dunia setelah dinyatakan positif COVID-19 tersebut memiliki riwayat penyakit Limpoma Maligna Post Kemoterapi (kelenjar getah bening)
.
Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Pemerintah Kabupaten Mukomuko telah melakukan penelusuran riwayat kontak beberapa orang yang yang positif COVID-19 yang berdomisili di PT Agro Muko.

Kemudian pihaknya juga melakukan tes usap atau swab terhadap sejumlah orang yang pernah kontak dengan pasien COVID-19 yang berdomisili di PT Agro Muko TRE di daerah ini.

Sementara itu jumlah kasus COVID-19 di daerah ini mengalami penambahan dan kini menjadi sebanyak 46 orang setelah terdapat delapan orang yang dinyatakan positif COVID-19, demikian Bustam Bustomo.

Pewarta : Ferri Aryanto
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020