Perluasan Bandara CND Nagan Raya Aceh masih tunggu pembebasan lahan

Perluasan Bandara CND Nagan Raya Aceh masih tunggu pembebasan lahan

Penumpang bersiap menaiki pesawat udara Citilink di Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Aceh, dengan tujuan ke Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Sabtu (3/10/2020). Penerbangan perdana Citilink ke Meulaboh melalui Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya ini merupakan penerbangan charter dan belum melayani penerbangan komersial ke daerah ini. (ANTARA/HO)

Suka Makmue (ANTARA) - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) hingga kini masih menunggu tuntasnya pembebasan lahan oleh  Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh, untuk memperluas sejumlah prasarana dan sarana di Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya.

“Sampai saat ini kami masih menunggu rekomendasi dari Bupati Nagan Raya terkait pembebasan lahan, sebagai dasar untuk ditetapkan peraturan menteri untuk ditetapkan untuk perluasan bandara,” kata Kasubbag Tata Usaha Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Aceh, M Majid, Minggu.

Pemerintah melalui Kemenhub berencana memperluas landasan pacu (runway) Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Aceh, agar bisa didarati pesawat jenis Boeing/Air Bus untuk meningkatkan layanan transportasi udara ke dan dari wilayah barat Aceh.

Menurut M Majid, rekomendasi dari pemerintah daerah tersebut sangat dibutuhkan agar nantinya rencana perluasan Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, Aceh bisa diajukan secepatnya kepada Kemenhub untuk dilakukan pembahasan dengan DPR RI terkait persetujuan anggaran.

Ia juga menegaskan, dengan adanya perluasan areal bandara di wilayah pantai barat selatan Aceh tersebut, tentunya akan mendukung sektor pariwisata termasuk pengiriman barang dan jasa.

M Majid juga menuturkan saat ini panjang landasan pacu di Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya sekitar 1.800 meter. Dengan adanya perluasan tersebut, nantinya diharapkan panjang landasan pacu di bandara tersebut bisa bertambah dan kemungkinan akan bisa didarati pesawat jenis Boeing.

Selama ini, bandara tersebut hanya bisa didarati oleh pesawat jenis ATR seri-72 dengan kapasitas penumpang sebanyak 72 seat untuk satu kali penerbangan.

Nantinya, pengembangan Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya akan tetap fokus kepada perencanaan (master plan) yang sudah ada untuk diprioritaskan pembangunannya, seperti perluasan lahan parkir pesawat (apron), landasan pacu (run way) atau sarana lainnya, ungkapnya.

Sebelumnya, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Nagan Raya, Aceh, Abdul Latif pada Juli lalu mengatakan
proyek perluasan landasan pacu dan terminal di Bandara Cut Nyak Dhien Nagan Raya Aceh akan dimulai pada 2021.

Menurut dia, proyek tersebut nantinya akan dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah pusat dengan mengalokasikan anggaran sebesar Rp440 miliar, bersumber dari anggaran pendapatan belanja negara (APBN).

Proyek ini, kata Abdul Latif, akan berlangsung selama lima tahun dengan sistem tahun jamak (multiyears) dengan target penyelesaian proyek diperkirakan akan tuntas pada 2025.

Untuk mendukung perluasan landasan pacu tersebut, Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh juga berencana melakukan pembebasan lahan seluas 45 hektare di sekitar Bandar Udara Cut Nyak Dhien Nagan Raya, dengan pembiayaan pembebasan lahan ditanggung oleh Pemerintah Provinsi Aceh melalui Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA).

Pihaknya juga berharap dengan adanya perluasan landasan pacu pesawat udara di bandara setempat, diharapkan iklim investasi dan sektor pariwisata di barat selatan Aceh akan semakin lebih baik dan terbuka lebar.

Baca juga: Citilink layani penerbangan charter perdana ke Bandara Nagan Raya Aceh

Baca juga: Pemerintah perluas landasan pacu Bandara Nagan Raya Aceh tahun 2021

 
Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Editor: Ahmad Buchori
COPYRIGHT © ANTARA 2020