Pompeo yakin PM Jepang Suga akan perkuat hubungan Washington, Tokyo

Pompeo yakin PM Jepang Suga akan perkuat hubungan Washington, Tokyo

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo (Reuters) (Reuters/)

Tokyo (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Mike Pompeo pada Selasa meyakini bahwa Suga akan bekerja untuk memperkuat hubungan antara Washington dan Tokyo.

Ia juga memuji Perdana Menteri baru Jepang Yoshihide Suga sebagai sosok yang berjuang untuk kebaikan.

Berbicara pada awal pertemuannya dengan Menteri Luar Negeri Jepang Toshimitsu Motegi di Tokyo, Pompeo mengatakan dia setuju dengan Suga bahwa Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka adalah fondasi perdamaian dan stabilitas regional.

"Perdana Menteri Suga adalah seseorang yang berjuang untuk kebaikan," kata Pompeo.

Baca juga: Pompeo berharap untuk bantu selesaikan hubungan Jepang - Korea Selatan
Baca juga: Pakar Jepang prediksi China semakin kuat


"Amerika Serikat memiliki banyak alasan untuk percaya bahwa dia akan memperkuat aliansi abadi kami dalam peran barunya," katanya.

Pompeo berada di Jepang untuk pertemuan kelompok menteri luar negeri Quad - Amerika Serikat, Jepang, Australia dan India - dan dijadwalkan bertemu Suga nanti.

Pemimpin Jepang menghadapi tugas yang rumit untuk menyeimbangkan kebutuhan untuk mempertahankan hubungan kerja dengan tetangga Jepang yang lebih besar, China, dan tuntutan AS untuk sikap yang lebih keras.

Kunjungan Pompeo ke Jepang, yang pertama ke Asia Timur sejak Juli 2019, terjadi pada saat hubungan antara Amerika Serikat dan saingan strategis China berada pada kondisi terburuk dalam beberapa dekade dan ketika Washington berupaya untuk memperkuat dukungan di antara sekutu Asia melawan Beijing.

Perjalanan Pompeo telah dipersingkat menjadi hanya satu hari penuh di Jepang setelah kunjungan ke Korea Selatan dan Mongolia dibatalkan ketika Presiden Donald Trump dinyatakan positif terkena virus corona dan dirawat di rumah sakit.

Trump sejak itu kembali ke Gedung Putih setelah dirawat di rumah sakit selama tiga malam karena virus.

Washington dan Beijing, dua ekonomi teratas dunia, berselisih tentang berbagai masalah mulai dari penanganan virus korona oleh Beijing hingga penerapan undang-undang keamanan baru di Hong Kong dan ambisi di Laut Cina Selatan.

Sebagian besar sekutu Asia senang dengan ketangguhan Washington terhadap saingan regional mereka, China, tetapi tidak begitu bersemangat menyambut retorika Trump dan Pompeo yang sangat keras baru-baru ini dan tetap waspada untuk bertindak terlalu jauh dalam memusuhi China.

Amerika Serikat sangat menghargai pertemuan kelompok menteri luar negeri Quad sebagai platform untuk memperkuat solidaritasnya melawan China dengan sekutu regional.

"Kami berharap mendapatkan beberapa pengumuman yang signifikan, pencapaian yang signifikan," kata Pompeo kepada wartawan di Pangkalan Bersama Andrews di Amerika Serikat sebelum berangkat ke Tokyo, tetapi dia menolak untuk mengatakan apa yang akan mereka lakukan.

China telah mengecam Quad sebagai upaya untuk menahan perkembangannya. Sementara pertemuan Quad tidak mungkin menghasilkan rencana tindakan tertentu, fakta dari pertemuan tersebut akan menjadi peringatan bagi China dan memainkan ketakutannya bahwa suatu hari mungkin akan tumbuh menjadi pengelompokan formal seperti NATO, kata para ahli.

Agenda pertemuan Quad diharapkan mencakup pemulihan ekonomi setelah pandemi COVID-19, rantai pasokan, disinformasi, mineral penting, investasi infrastruktur di kawasan dan kontra-terorisme, kata pejabat yang terlibat dalam persiapan pertemuan tersebut.

Komunike bersama diperkirakan tidak akan dikeluarkan, karena Quad bukanlah aliansi formal, tetapi para menteri luar negeri diharapkan untuk mengeluarkan pernyataan terpisah setelah pertemuan.

Juru bicara kementerian luar negeri India Anurag Srivastava mengatakan para menteri luar negeri kemungkinan akan menekankan dukungan mereka untuk kawasan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka pada pertemuan tersebut.

Sebelumnya pada hari Selasa, Pompeo bertemu dengan Menteri Luar Negeri Australia Marise Payne di Kediaman Duta Besar AS di Tokyo. Mereka berpose di depan bendera masing-masing dengan masker wajah tanpa jabat tangan.

Sumber: Reuters
Baca juga: Trump minta Jepang tingkatkan ikatan dengan AS
Baca juga: Presiden AS, Jepang bicarakan masalah Korea Utara

 
Pewarta : Azis Kurmala
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020