Barito Putera minta PSSI sosialisasikan nasib kompetisi

Barito Putera minta PSSI sosialisasikan nasib kompetisi

Pemain Barito Putera Abrizal Umanailo (tengah) berebut bola dengan pemain Bali United Diaz Angga Putra (kiri) dan Moch Fahmi Al Ayyubi (kanan) saat pertandingan Liga 1 2020 di Stadion Demang Lehman, Martapura, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan, Jumat (6/3/2020). Tuan rumah Barito Putra kalah atas tamunya Bali United dengan skor 1-2. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/hp.

Jakarta (ANTARA) - Barito Putera meminta PSSI menyosialisasikan nasib kompetisi yang kini tengah berstatus abu-abu seiring dengan tak mendapat perizinan penyelenggaraan dari pihak kepolisian.

"Kemungkinan akan dilanjutkan, cuma kita maunya teknisnya lah. Kalau memang kira-kira sudah ada gambaran untuk bisa dilanjutkan, ya memang harus disosialisasikan," kata manajer Barito Putera Mundari Karya dalam keterangan resminya, Rabu.

Hingga saat ini Barito Putera masih bertahan di Stadion Maguwoharjo, Sleman, sembari menunggu kepastian liga. Sejumlah pemain diliburkan, sementara yang bertahan di Yogyakarta tetap menjalankan latihan ringan.

Baca juga: Barito Putera minta PSSI segera berikan kepastian status Liga 1

"Pemain kan sedang kita liburkan, kalau ada rencana lanjut pasti kan kita panggil lagi. Karena cuma 20 pemain yang bertahan di Yogyakarta menjalani latihan ringan," katanya.

Menurut Mundari, kelanjutan Liga 1 Indonesia sangat penting bagi skuad Laskar Antasari tersebut. Pasalnya, manajemen Barito berkomitmen untuk mengorbitkan sejumlah pemain mudanya.

Tercatat ada 27 pemain yang didaftarkan untuk lanjutan Liga 1, di mana 20 di antaranya adalah pemain junior. Apalagi pada lanjutan Liga 1 ini diberlakukan regulasi tanpa adanya degradasi dan kewajiban menyertakan pemain muda.

Baca juga: Kapten Barito Putera tantang pemain muda buktikan kualitas

"Karena buat Barito Putera ini penting, kompetisi ini kan penting buat pemain muda kita. Kita berharap kompetisi ini bisa menjadi pengalaman mereka, kita mau lihat sejauh mana perkembangan anak-anak," kata Mundari.

Barito Putera memang mendukung keputusan penundaan Liga 1 Indonesia jika alasannya untuk keselamatan bersama. Menurut dia, penundaan ini memang bukan dari keinginan pecinta sepak bola Indonesia.

Menurutnya, federasi dan operator harus duduk bersama tanpa saling menyalahkan untuk mencari solusi yang terbaik dan tak membiarkan status liga terkatung-katung, sebab kepastian liga berpengaruh pada seluruh tim.

Baca juga: Polri tidak keluarkan izin keramaian pelaksanaan Liga 1 dan Liga 2
Baca juga: PSSI tunda lanjutan Liga 1 dan Liga 2 musim 2020
Pewarta : Asep Firmansyah
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020