2.020 bibit Ikan dilepas di Sungai Batanghari-Jambi

2.020 bibit Ikan dilepas di Sungai Batanghari-Jambi

PJs Gubernur Jambi Restuardy Daud bersama Kapolda Jambi melepas 2.020 ekor bibit ikan ke Sungai Batanghari dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Tingkat Provinsi Jambi 2020, Kamis (8/10/2020). (FOTO ANTARA/HO-Humas Pemprov Jambi) 

Jambi (ANTARA) -
Pejabat Sementara (Pjs) Gubernur Jambi, Restuardy Daud melepas sebanyak 2.020 ekor bibit ikan ke Sungai Batanghari dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Tingkat Provinsi Jambi 2020, Kamis.

Selain melepas ikan, bersama forkompimda Jambi, juga dilakukan penanaman pohon di ruang terbuka hijau (RTH), pelabuhan penumpang di tepian Sungai Batanghari di kawasan Pasar Angso Duo, Kota Jambi.
Peringatan Hari Lingkungan Hidup diperingati pada tanggal 5 Juni setiap tahunnya, namun karena kondisi pandemi COVID-19, kegiatan ini diundur pelaksanaannya. Acara ini sengaja digelar di RTH komplek Pasar Angsoduo.

Peringatan Hari Lingkungan Hidup Tingkat Provinsi Jambi juga diikuti secara virtual oleh pemerintah kabupaten/kota dan 70 perusahaan yang terlibat secara serentak ikut menanam pohon yang keseluruhannya berjumlah 2.020 bibit pohon.

Hadir pada kesempatan itu Kapolda Jambi, Irjen Pol Firman Santyabudi, Penjabat Sekda Provinsi Jambi, Sudirman, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi Bachyuni Deliansyah, para Asisten dan Staf Ahli Gubernur Jambi, serta Kepala OPD lingkup Pemerintah Provinsi Jambi.

Restuardy mengapresiasi kerja keras dan sinergi seluruh jajaran forkopimda, pemerintah provinsi dan pemerintah kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, pemerhati lingkungan dan seluruh pihak yang bergerak untuk menjaga lingkungan hidup, termasuk sektor swasta yang peduli terhadap lingkungan.

Ia mengatakan kegiatan yang dilaksanakan mengingatkan semua pihak untuk bersama-sama menggali kembali atau memperkuat komitmen terhadap aspek lingkungan.

Ia juga menjelaskan beberapa poin penting dari sambutan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup yang secara paralel disampaikan di seluruh Indonesia dengan tema Hari Lingkungan Hidup se-Dunia tahun 2020 adalah “Time for Nature”, yang mengajak seluruh penduduk dunia untuk menyadari bahwa makanan yang dimakan, air yang diminum dan ruang hidup di planet yang ditinggali adalah sebaik-baiknya manfaat dari alam (nature) sehingga harus dilestarikan.

"Peringatan lingkungan hidup tahun ini mengambil tema“Time for Nature” hal ini artinya dalam bahasa kita pada peringatan lingkungan hidup sedunia yang ditetapkan tahun 2020 kita diminta untuk sama-sama menyisihkan waktu untuk melihat kembali alam lingkungan sekitar kita," katanya.

"Indonesia sebagai suatu negara yang memiliki hutan tropis yang sangat besar sehingga kemudian kita disebut sebagai salah satu 'mega biodiversity country' yang memiliki peran strategis terhadap seluruh ekosistem, tidak hanya untuk internal kita, tetapi juga untuk dunia. Salah satunya disebut sebagai paru-paru dunia dan sebagainya, kita menjadi tuan rumah atau menjadi rumah dari sekian ratus spesies flora dan fauna serta kekayaan ekosistem," kata Restuardy.

Ia juga mengapresiasi karena sepanjang tahun 2020 Tim Pengendalian Kebakaran Hutan dan Lahan Provinsi Jambi bisa menjaga wilayah dari bencana karhutla, menekan cukup signifikan terjadinya kebakaran hutan dan lahan.

"Kita dititipkan untuk menjaga lahan gambut, karena kita juga memiliki wilayah yang cukup luas dengan karakteristik tersebut, serta mengambil langkah-langkah jangan sampai api sudah membesar baru kemudian kita melakukan pemadaman," ujarnya.

Secara khusus, Restuardy menyatakan penghargaan terhadap unsur-unsur yang berperan penting dalam mengendalikan kebakaran hutan tahun ini, yakni Kapolda Jambi dan jajaran, Danrem 042/ Garuda Putih dan jajaran, Manggala Agni, BPPD dan seluruh pihak terutama juga masyarakat dan swasta yang telah turut serta. "Artinya kita bisa menekan karhutla sinergi dari semua pihak," katanya.

"Mengenai penanganan karhutla, kita diminta juga untuk secara paralel mempertimbangkan aspek cuaca, iklim, pergerakan cuaca, termasuk juga bagaimana kita mengendalikan pengelolaan lahan dan pemanfaatannya, terutama kebiasaan kita pada saat akan membuka lahan atau pasca panen sering melakukan atau disertai dengan kegiatan kegiatan pembakaran, ini juga perlu dibangun tentunya dengan membangun peran serta masyarakat agar secara paralel masyarakat juga turut dalam upaya-upaya yang kita lakukan," tambahnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jambi, Bachyuni Deliansyah berharap agar seluruh komponen masyarakat semakin menyadari pentingnya lingkungan hijau bagi kehidupan.

"Kita diminta kembali ke alam. Kami mengajak seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Jambi, seluruh perusahaan, walaupun dalam kondisi pandemi dan dilakukan melalui zoom meeting, mari bersama untuk melakukan penanaman dan penghijauan kembali terhadap lingkungan yang sudah mulai rusak," katanya.

Acara itu diikuti oleh 70 perusahaan yang ada di Provinsi Jambi di masing-masing kabupaten/kota untuk menanam pohon," demikian Bachyuni Deliansyah.

Baca juga: Sungai Batanghari Ikon Pariwisata Kota Jambi

Baca juga: Sungai Batanghari dirancang untuk transportasi pertambangan

Baca juga: Sungai Batanghari terus alami pendangkalan
Pewarta : Muhammad Hanapi dan Dodi Saputra
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020