Aksi rusuh, 425 petugas bersihkan kawasan Sudirman-Thamrin

Aksi rusuh, 425 petugas bersihkan kawasan Sudirman-Thamrin

Halte di Bank Indonesia yang rusak akibat dibakar massa pericuh dari Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Kamis (8/10/2020). (ANTARA/Livia Kristianti)

Jakarta (ANTARA) - Sebanyak 425 petugas kebersihan dari Pemerintah Kota Jakarta Pusat dikerahkan untuk membersihkan kawasan Sudirman-MH Thamrin imbas kericuhan aksi massa yang kontra terhadap UU Cipta Kerja.

"Hari ini kita bersihkan dan inventarisir aset-aset yang rusak. Ini prosesnya mulai malam ini hingga besok," kata Wali Kota Jakarta Pusat Bayu Meghantara saat dihubungi, Kamis.

Bayu mengatakan untuk perbaikan aset-aset pihaknya masih akan mencari alat-alat untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh.

"Kalau dibenerin enggak mungkin malam ini, di mana cari barangnya," ujar Bayu.

Di Jakarta Pusat, ada beberapa titik vital fasilitas umum khususnya halte-halte milik TransJakarta yang dibakar oleh para peserta aksi yang berakhir ricuh.

Berikut halte-halte yang dipastikan mengalami kerusakan dan dijarah akibat massa aksi yang berakhir ricuh:

1. Bundaran HI (Kor 1)
2. Sarinah (Kor 1)
3. Tosari Baru (Kor 1)
4. Tosari Lama (Kor 1)
5. Karet Sudirman (Kor 1)
6. Sentral Senen (Kor 5)
7. Senen arah P Gadung (Kor 2)
8. Senen arah HCB (Kor 2)

Selain itu kerusakan juga ditemukan pada pembatas jalan, pos polisi, pos pengamanan, hingga proyek-proyek strategis seperti pembangunan MRT fase 2A.

Seperti diketahui, untuk Jakarta Pusat khususnya di Simpang Harmoni dan Patung Kuda Arjuna Wiwaha aksi penolakan UU Cipta Kerja berakhir ricuh.

Aksi penolakan terhadap UU Cipta Kerja itu sudah terjadi sejak Senin (5/10) di wilayah-wilayah lain selain di Jakarta, dan terus berlangsung hingga Kamis (8/10).

Baca juga: Anies akan pastikan fasilitas umum segera berfungsi Kamis malam ini
Baca juga: Aksi rusuh, Anies siapkan Rp25 miliar perbaikan fasilitas Pemprov

Pewarta : Livia Kristianti
Editor: Taufik Ridwan
COPYRIGHT © ANTARA 2020