Polisi pulangkan mahasiswa dan pelajar aksi massa di Palembang

Polisi pulangkan mahasiswa dan pelajar aksi massa di Palembang

Orang tua/wali para pelajar dan mahasiswa tampak menunggu giliran untuk menandatangani surat perjanjian saat pemulangan orang-orang yang diamankan polisi pada aksi massa di Kantor Gubernur Sumsel, Sabtu malam (9/10). (ANTARA/Aziz Munajar/20)

Palembang (ANTARA) - Polisi memulangkan mahasiswa dan pelajar yang diamankan saat aksi massa penolakan Omnibus Law RUU Cipta Kerja di Kantor Gubernur Sumatera Selatan pada Jumat (9/10) kepada orang tua masing-masing dengan surat perjanjian.

Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setyadji, Minggu, mengatakan mahasiswa dan pelajar tersebut dibebaskan dan dipulangkan setelah tidak ada lagi permasalahan hukum selama pemeriksaan di kantor polisi.

"Barang bukti alat komunikasi dan motor milik mereka yang diamankan juga kami kembalikan lagi," ujarnya.

Baca juga: Polisi tetapkan dua tersangka dalam unjuk rasa yang ricuh di Palembang

Mahasiswa dan pelajar tersebut dijemput langsung oleh orang tua serta BEM Sumsel pada Sabtu malam (10/10) setelah ditahan lebih dari 24 jam, sebelum pulang masing-masing orang tua serta wali mahasiswa diminta menandatangani surat perjanjian yang berisi empat poin.

Di antara poin tersebut menyatakan jika mahasiswa dan pelajar itu terlibat kembali dalam kegiatan unjuk rasa dengan alasan yang tidak jelas, berkumpul-kumpul dan tidak mengindahkan himbauan pemerintah, maka orang tua/wali bersedia agar pelajar dan mahasiswa dihukum sesuai dengan hukum yang berlaku.

Selain mahasiswa dan pelajar ada juga dari unsur ormas dan masyarakat, total yang dipulangkan polisi sebanyak 65 orang.

Baca juga: Polisi amankan puluhan pemuda saat aksi massa di Palembang

Kombes Pol Anom menegaskan pengamanan mahasiswa, pelajar maupun unsur masyarakat bertujuan untuk menjaga agar aksi tetap berjalan kondusif sesuai koridor hukum, serta mencegah kerusakan pada fasilitas negara maupun fasilitas umum jika aksi menjurus ke anarkis.

Sebelumnya pada Rabu (7/10) dan Kamis (8/10) pihaknya juga mengamankan 499 orang yang mayoritas pelajar karena berencana melakukan tindakan provokasi di Kota Palembang, ratusan pelajar itu juga kini telah dipulangkan.

"Polisi tidak akan mengeluarkan izin untuk aksi massa selama pandemi COVID-19, tapi kalau ada aksi kami tetap jaga dengan mengutamakan keamanan, dan secara umum Kota Palembang saat ini masih kondusif," kata dia.

Baca juga: Kapolrestabes apresiasi aksi massa di Palembang berlangsung damai

 
Pewarta : Aziz Munajar
Editor: Nurul Hayat
COPYRIGHT © ANTARA 2020