Goldman: Hasil pemilu AS takkan pengaruhi prospek sektor energi

Goldman: Hasil pemilu AS takkan pengaruhi prospek sektor energi

Seorang warga memberikan suara untuk pemilihan presiden AS yang akan datang pada pemungutan suara lebih dini di Ann Arbor, Michigan, AS, 24 September 2020. ANTARA FOTO/REUTERS / Emily Elconin/aww.

New York (ANTARA) - Goldman Sachs mengatakan hasil pemilu Amerika Serikat tidak akan memengaruhi prospek minyak dan gas alam yang ditandai dengan kenaikan harga saham (bullish) dan menilai kemenangan besar Partai Demokrat dapat menjadi katalisator positif untuk sektor-sektor energi.

Goldman, yang merupakan bank investasi dan perusahaan jasa keuangan Amerika, menegaskan kembali pandangannya tentang prospek sektor gas alam dan minyak tahun 2021, dengan mengatakan pendorong harga yang lebih tinggi menggantikan hasil potensial dari pemilihan AS.

"Perputaran harga minyak baru-baru ini, yang naik pada hari-hari dengan ekspektasi stimulus yang lebih tinggi dan melemahnya dolar, menunjukkan bahwa pemilihan Biden dan keunggulan Partai Demokrat pada kenyataannya dapat membuktikan katalis bullish untuk minyak," kata bank tersebut.

Pihak Goldman juga menambahkan bahwa harga gas alam juga dapat menguat.

Hasil jajak pendapat menunjukkan kandidat presiden dari Partai Demokrat Joe Biden meraih keunggulan substansial atas Presiden Donald Trump secara nasional, meskipun dengan keunggulan yang lebih sempit di beberapa negara bagian yang mungkin menjadi penentu dalam pemilihan presiden 3 November.

Menurut Goldman, sejumlah pengaruh yang menghambat kemajuan untuk produksi minyak dan gas Amerika Serikat akan meningkat lebih lanjut di bawah pemerintahan Biden, dengan potensi peraturan yang meningkatkan biaya produksi gas/minyak serpih dan mengurangi sumber daya gas/minyak serpih yang dapat dipulihkan.

Prioritas Biden untuk penanganan perubahan iklim juga menunjukkan penyebaran yang lebih cepat dari sumber energi terbarukan daripada yang diperkirakan saat ini, kata Goldman.

Goldman menambahkan bahwa agenda semacam itu akan membutuhkan infrastruktur baru, yang di samping kemungkinan besar membutuhkan stimulus fiskal awal, akan mengarah pada permintaan minyak yang lebih tinggi di tahun-tahun mendatang.

Sumber: Reuters

Baca juga: Menteri AS anggap wabah corona bisa positif bagi ekonomi Amerika

Baca juga: Sektor internet sumbang 2,1 triliun dolar buat ekonomi Amerika Serikat


Baca juga: Hampir 4 juta warga AS beri suara lebih cepat untuk pilpres

  

Indonesia perlu belajar kebijakan energi terbarukan dari Vietnam

Pewarta : Yuni Arisandy Sinaga
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2020