Lalu lintas Jalan Pemuda dialihkan ke jalur TransJakarta akibat aksi

Lalu lintas Jalan Pemuda dialihkan ke jalur TransJakarta akibat aksi

Mahasiswa Universitas Ibnu Chaldun Jakarta Timur membakar ban di Jalan Pemuda Rawamangun, Selasa (13/10/2020), sebagai aksi penolakan terhadap omnibus law. (ANTARA/Andi Firdaus).

Jakarta (ANTARA) - Aparat gabungan mengalihkan arus lalu lintas di sekitar Universitas Ibnu Chaldun Jalan Pemuda, Pulogadung, Jakarta Timur, ke jalur
 TransJakarta akibat aksi bakar ban oleh
mahasiswa yang memicu kemacetan, Selasa siang.

Aksi bakar ban dilakukan sejumlah mahasiswa di tengah Jalan Raya Pemuda Rawamangun dekat dengan halte TransJakarta sekitar pukul 11.00 WIB.

Belasan petugas dari Polri, TNI serta Satpol PP dan Dishub melakukan penyekatan di sekitar pertigaan Jalan Pemuda untuk mengarahkan pengendara mobil maupun motor melintas di jalur TransJakarta.

Petugas damkar bergerak memadamkan api yang membakar ban, sementara polisi menghadang mahasiswa dan mengarahkan mereka kembali ke lingkungan kampus.

Sempat terjadi cekcok mulut antara demonstran dengan aparat yang membubarkan aksi tersebut.

Baca juga: TransJakarta hentikan operasional antisipasi aksi di Istana Merdeka
Baca juga: Polisi tangkap terduga perusuh pada aksi di Istana Merdeka


Aksi yang berjalan sekitar 30 menit itu mengakibatkan kemacetan di sekitar Jalan Raya Pemuda sekitar 500 meter yang mengarah ke Arion Mal.

"Kami mengerahkan sepuluh personel, dari kelurahan lima orang dan dari kecamatan 5 orang. Ada Koramil, Dishub, damkar dan Polsek juga," kata Komandan Satpol PP Pulogadung Andik Suharyanto.

Pengunjuk rasa akan menuju Istana Merdeka tapi nunggu kawannya yang masih dalam perjalanan. Akhirnya mereka memblokir jalan sebagai bentuk protes terhadap Omnibus Law.

"Kita bakar ban ini, kita diminta bubar, kami tidak mau," kata koordinator mahasiswa Ramadhan Loilatu.
Baca juga: Polisi pusatkan demo tolak Omnibus Law di Patung Kuda
Baca juga: Polda Metro ajukan bantuan 211 personel Pemprov DKI guna amankan aksi
Pewarta : Andi Firdaus
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020