Palembang targetkan pengerjaan fisik tujuh infrastruktur dimulai 2021

Palembang targetkan pengerjaan fisik tujuh infrastruktur dimulai 2021

Dokumentasi - Pekerja mencetak ornamenn dinding di sepanjang bantaran Sungai Sekanak Palembang,Sumsel, Kamis (9/1/2020). ANTARA/Fenny Sely.

Palembang (ANTARA) - Pemerintah Kota Palembang, Sumatera Selatan, menargetkan pengerjaan fisik tujuh infrastruktur strategis senilai Rp4 triliun dapat dimulai pada 2021 agar penanggulangan empat persoalan pokok tuntas dalam tiga tahun ke depan.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bappeda Litbang) Kota Palembang, Harrey Hadi, Selasa, mengatakan tujuh infrastruktur strategis tersebut mayoritas pembangunan jalan dan sungai untuk memperlancar aksesibilitas aktivitas masyarakat serta mengurangi banjir.

"Empat masalah pokok di Kota Palembang yaitu banjir, macet, kawasan kumuh, dan sampah, memang tidak bisa sekaligus dituntaskan sehingga akan kami tuntaskan bertahap sampai 2023," ujarnya.

Baca juga: Pelabuhan Patimban siap beroperasi Desember 2020

Tujuh proyek infrastruktur yang pengerjaan ditargetkan dimulai 2021 itu seperti Restorasi Sungai Sekanak Lambidaro sepanjang 10,7 kilometer, Jalan Lingkar Timur Palembang sepanjang 20,3 kilometer, pelebaran Jalan Parameswara, Jembatan Layang (flyover) Simpang Sekip, Underpass Simpang Charitas, Embung seluas 100 hektar,dan kolam retensi Simpang Bandara.

Proyek-proyek tersebut dibangun dari sharing dengan Pemprov Sumsel dan pemerintah pusat melalui kementerian, kata dia.

Restorasi Sungai Sekanak Lambidaro menjadi proyek yang sudah dipastikan pengerjaan fisiknya mulai awal 2021 setelah menyelesaikan tender dan DED pada 2020, proyek yang masuk RPJMN itu dibiayai Kementerian PUPR dan pembebasan lahannya sudah hampir tuntas.

Selain itu pembangunan flyover Simpang Sekip juga dipastikan segera dibangun dengan dana Rp80 Miliar dari sharing Pemprov Sumsel dan Pemkot Palembang.

Baca juga: Adhi Karya catat progres LRT Jabodebek capai 77 persen

Sementara proyek Jalan Lingkar Timur sepanjang 20,3 kilometer yang menghubungkan Jalan Noerdin Panji dan Jalan Mayor Zen masih dalam kajian terkait kebutuhan areanya agar tidak berbenturan dengan program TMMD.

Kemudian Pelebaran Jalan Parameswara sepanjang 700 meter yang menghubungkan ruas Jalan Soekarno Hatta dan Demang Lebar Daun saat ini masih pembebasan lahan lewat skema sharing Pemkot dan Pemprov.

Pembangunan underpass Simpang Charitas masih dikaji terkait desainnya karena ruang bangun di titik persimpangan cukup sempit, diperkirakan ujung dan pangkal underpas dimulai dari Kodam II Sriwijaya hingga ke Bundaran Pasar Cinde sepanjang hampir satu kilometer.

Selanjutnya pembangunan embung seluas 100 hektare yang akan menjadi sumber air baku menurutnya juga masih disurvei, serta pembangunan kolam retensi Simpang Bandara untuk mengurangi banjir tengah proses pembebasan lahan.

"Meski 2021 mungkin masih pemulihan ekonomi dampak COVID-19, namun kami tetap konsisten menganggarkan dari anggaran sekitar Rp4 triliun itu untuk perencanaan 2021," kata Harrey.
Pewarta : Aziz Munajar
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2020