Kemarin, seputar aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja

Kemarin, seputar aksi unjuk rasa menolak Undang-Undang Cipta Kerja

Puluhan pelajar terjaring razia unjuk rasa diboyong ke Mapolsek Tambora, Jakarta Barat, Selasa (13/9/2020). (ANTARA/HO-Polres Metro Jakarta Barat)

Jakarta (ANTARA) - Sepanjang Selasa (13/10), kanal  Metro ANTARA masih diwarnai  seputar kegiatan unjuk rasa menolak Undang-Undang Cita Kerja hingga dampaknya di kawasan sekitar Istana Merdeka Jakarta Pusat.

Berita-berita yang mewarnai kegiatan unjuk rasa tersebut dapat Anda simak kembali dalam rangkuman berikut.

Polisi bantah adanya penjarahan di Thamrin City

Polsek Metro Tanah Abang membantah aksi penjarahan dan pembakaran yang dilakukan massa di pusat perbelanjaan Thamrin City, Jakarta Pusat.

Polisi amankan 500 orang bertindak anarkis

Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana mengatakan pihaknya telah mengamankan sebanyak 500 orang anarkis yang berasal dari berbagai wilayah kota di Provinsi DKI Jakarta hingga Selasa sore pukul 16.45 WIB.

Polisi temukan pelajar SD ikut aksi demo

Polres Metro Jakarta Selatan menemukan dua dari 145 massa yang hendak mengikuti demonstrasi menolak Undang-Undang Cipta Kerja ke Istana Merdeka, adalah pelajar sekolah dasar (SD).

Jakarta berlakukan sekolah tatap muka?

Cek fakta sebenarnya mengenai kabar Jakarta akan berlakukan sekolah tatap muka. Klik pada judul.

Polisi amankan 27 pelajar diduga terlibat aksi di Tambora

Anggota Polsek Tambora, Jakarta Barat mengamankan 27 pelajar yang diduga terlibat aksi demonstrasi penolakan Undang-Undang Cipta Kerja di Istana Merdeka, Jakarta Pusat.

Pewarta : Devi Nindy Sari Ramadhan
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020