Trump ingin tarik pasukan AS dari Somalia

Trump ingin tarik pasukan AS dari Somalia

Dokumentasi--Polisi Somalia berjalan di lokasi ledakan menyusul serangan di ibukota Mogadishu, Somalia, Rabu (9/3). Kelompok Islamis Shabaab mengatakan bertempur dalam sebuah serangan di salah satu basis mereka di selatan Somalia awal Rabu melawan komando asing yang terdiri dari dua helikopter, menyebabkan satu pejuang al Shabaab tewas dalam baku tembak. (REUTERS/Feisal Omar )

Washington (ANTARA) - Presiden Donald Trump telah memberi tahu penasihat utamanya bahwa dia ingin menarik pasukan Amerika Serikat dari Somalia.

Mengutip orang-orang yang mengetahui isu ini, Bloomberg News melaporkan pada Selasa (13/10) bahwa Pentagon telah mulai menyusun rencana untuk Trump.

Pembicaraan tersebut telah melibatkan Penasihat Keamanan Nasional Robert O'Brien, Menteri Pertahanan Mark Esper, dan Kepala Staf Gabungan Mark Milley, menurut sejumlah sumber yang meminta untuk tidak disebutkan namanya.

AS memiliki 650-800 tentara di Somalia untuk membantu negara Afrika itu melawan kelompok teroris al-Shabaab.

Baca juga: 13 cidera pada pengeboman di dekat Istana Kepresidenan Somalia
Baca juga: Bom mobil meledak di ibu kota Somalia


Tindakan itu akan memungkinkan Trump "untuk memenuhi janji kampanye untuk membawa pulang tentara meskipun negara itu tetap dilanda pemberontak yang terkait dengan al-Qaeda," kata laporan itu.

Semua atau hampir semua pasukan dikirim ke negara itu oleh Trump, menurut Bloomberg. Trump memberi wewenang kepada militer AS untuk melakukan serangan yang menargetkan al-Shabaab pada Maret 2017.

Sumber: Anadolu

Baca juga: Serangan udara AS di Somalia tewaskan 4 anggota al Shabaab
Baca juga: Bom bunuh diri di kantor pemerintahan Somalia tewaskan enam orang
Pewarta : Yashinta Difa Pramudyani
Editor: Mulyo Sunyoto
COPYRIGHT © ANTARA 2020